BERTOBAT: MEMBARUI HIDUP

  •  Dani Atmiyati
  •  

Renungan Warta, 2 November 2025


BERTOBAT: MEMBARUI HIDUP

LUKAS 9:1-10

 

Bertobat adalah keadaan dimana seorang berdosa menyesal akan dosa-dosanya. Didalam Perjanjian Baru kata pertobatan disebut sebagai "metanoia" dalam bahasa Yunani, artinya perubahan nyata dalam pikiran, sikap, pandangan serta berputar balik 180 derajat dari dosa kepada Allah dan mengabdi kepada Allah .

Pertobatan bukan sesuatu yang sekali terjadi dan tidak berubah lagi, melainkan suatu proses hidup yang terus menerus terjadi. Pertobatan bukan sesuatu yang hanya ada dalam hati, bukan sesuatu yang hanya dipikirkan, didiskusikan, direnungkan dan dikatakan, melainkan sesuatu yang menuntut action dan bersifat segera.

Dalam Lukas 9:1-10 kisah Zakheus, seorang pemungut cukai yang dianggap berdosa oleh masyarakat. Namun, ketika Yesus melewati Yerikho, Zakheus, yang berusaha melihat Yesus dengan memanjat pohon, dipanggil oleh Yesus. Tuhan tidak memandang status sosial, dosa, atau kekurangan manusia. Ia melihat hati yang rindu berubah, sehingga Yesus datang ke rumah Zakheus.

Hal ini mengubah seluruh hidup Zakheus. Zakheus berani melawan arus penilaian buruk orang lain terhadapnya, karena ia menyadari selama ini ia hidup dalam dosa dan membutuhkan pengampunan yang dapat membarui hidupnya. Sikap rendah hati dan kesungguhan dalam mencari Yesus inilah yang membawanya kepada keselamatan. Dan pertobatan Zakheus tidak berhenti pada perjumpaannya dengan Yesus, namun ditunjukkan dalam kehidupan selanjutnya dengan tidak lagi melakukan kesalahan yang sama dan memiliki komitmen untuk mengembalikan apa yang diambilnya, sehingga hidupnya menjadi teladan baru bagi banyak orang.

Sebagai orang percaya kita juga terpanggil untuk terus menerus hidup dalam pertobatan. kita harus bersedia meninggalkan pola hidup yang bertentangan dengan kehendak Allah lalu mengenakan hidup baru yakni hidup yang ditata dan dikendalikan oleh Roh dan Firman Allah. Pertobatan yang berasal dari kesadaran penuh untuk hidup menjauhi tindakan jahat dan belajar berbuat baik seperti yang tertulis dalam Yesaya 1:10-18, agar umat kita tidak terjebak pada kehidupan pertobatan yang semu melainkan dengan pertobatan yang utuh karena Tuhan telah memurnikan dan memperbarui hidup kita. Tidak ada orang benar tanpa masa lalu, dan tidak ada orang berdosa tanpa masa depan. Di depan kita, ada masa depan yang cerah, yakni hidup yang bebas dari dosa. karena itu, mari miliki semangat motivasi hidup dalam pertobatan. Amin.


(Ibu Dani Atmiyati)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.