BERPINDAH ZONA NYAMAN

  •  Reggy Leo
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN

Rabu, 07 Januari 2026 


BERPINDAH ZONA NYAMAN

Kejadian 12:1-9(TB)

"Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu" (ay.1)


Setiap orang pasti punya "zona nyaman" masing-masing. Entah itu di dalam keluarga, lingkungan, ruitinitas dan hobi kita, dll. Zona nyaman adalah tempat, relasi, atau aktivitas yang membuat kita melepaskan ketegangan sejenak. Namun, terlalu lama di zona nyaman tidak akan membuat kita bertumbuh. Pertumbuhan seringkali harus dialami melalui rasa tidak aman dan nyaman. Hal ini juga yang dialami oleh Abraham (masih Abram) ketika ia dipanggil Tuhan.


Kejadian 12 tidak dibuka dengan janji kenyamanan, melainkan dengan perintah untuk keluar dari kenyamanan. Ada tiga lingkaran kenyamanan yang harus ditinggalkan oleh Abraham, negeri asal (stabilitas hidup), keluarga besar (relasi dan keamanan sosial), dan rumah bapanya (identitasnya). Perjalanannya Abraham juga penuh dengan ketidakamanan dan ketidaknyamanan. Tidak ada peta, rincian jarak, resiko, atau waktu. Belum lagi pada masa itu orang-orang yang melakukan perjalanan jauh punya resiko disergap perampok, meskipun Abraham memiliki orang-orang kerpercayaannya, tetapi resiko itu tetap ada. 


Allah meminta Abraham meninggalkan semua itu bukan karena semuanya salah, tetapi karena iman tidak bisa bertumbuh jika tidak pernah bergerak. Jika Abraham tidak bergerak, janji Allah untuk menjadikannya berkat bagi seluruh bangsa tidak akan digenapi. 


Kisah Abraham menolong kita memahami bahwa Allah tidak sekadar menyuruh manusia keluar dari zona nyaman, lalu membiarkannya hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian. Allah justru sedang memindahkan sumber rasa nyaman Abraham kepada diri Allah sendiri. 


Allah mungkin tidak memanggil kita untuk berpindah negeri seperti Abram. Tetapi Ia bisa saja sedang memanggil kita untuk memindahkan pusat rasa nyaman kita dari apa yang kita miliki, dari apa yang kita pahami, dari apa yang kita kendalikan, kepada diri-Nya.


iman yang dewasa bukan iman yang selalu merasa aman, tetapi iman yang menemukan kenyamanan sejati di dalam Tuhan, bahkan ketika harus melangkah keluar dari zona nyaman. Ketika kita menjadikan Tuhan sebagai zona nyaman kita, maka kita tidak perlu takut untuk keluar dari kenyamanan kita yang lama.


Jadi, sudahkah kita menjadikan Tuhan sebagai zona nyaman kita?


Kiranya Tuhan menolong kita semua


Pokok Doa:

1. Berdoa untuk Digital Ministry GKI Coyudan agar dapat memperlengkapi setiap anggota jemaat dari segi spiritualitas maupun pengajaran

2. Berdoa untuk orang Kristen yang dipersekusi di dunia

3. Berdoa untuk masyarakat yang terkena bencana dimanapun mereka berada.


Reggy Leo

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.