BERLOMBA DENGAN TEKUN

  •  Anthon Karundeng
  •  

 

Ibrani 12 : 1 - 4

Olah raga yang paling hangat dibicarakan oleh masyarakat Indonesia saat ini adalah Sepakbola. Kita sudah tahu apa yang menyebabkan rakyat ramai membicarakannya. Para pemain yang sudah bertahun-tahun berlatih dengan tekun mempersiapkan diri untuk bertanding adalah yang paling kecewa ketika tidak jadi bertanding.

Rasul Paulus dalam beberapa suratnya mengungkapkan bahwa orang percaya bagaikan seorang olahragawan yang sedang bertanding, yang sedang dalam perlombaan atau perjuangan (lih.Gal.5:7, Fil.2:16).

Demikian juga penulis kitab Ibrani bacaan kita, menuliskan : "berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita"(ay.1b). Tentu yang dimaksud di sini adalah perlombaan iman.

Dalam perlombaan itu, kita diajak untuk menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi dalam perlombaan itu. Selain itu, kita di dalam perlombaan mata kita tertuju kepada Yesus. Artinya, dalam perlombaan itu kita harus focus kepada Dia, bukan pada apa yang mengganggu atau menghalangi keleluasaan dalam perlombaan.

Kristus juga dalam proses penyelamatan umat manusia, telah berjuang. Kristus dalam perjuangan-Nya mengalami penderitaan salib, menanggung hinaan dan permusuhan yang sedemikian besar (2-3).
Bagitu juga kita ditengah perlombaan dan berusaha menanggalkan semua beban dan dosa, tidak lepas dari penderitaan. Namun dalam perlombaan itu, kita belum sampai mencucurkan darah (4), oleh sebab itu kita jangan sampai menjadi lemah dan putus-asa.

Menatap kepada Kristus yang sekarang duduk disebelah kanan Allah, menunjukkan bahwa Kristus yang dibangkitkan Allah, sekarang memerintah bersama Allah. Kristus yang bangkit itu memberikan kita pengharapan yang pasti bahwa kita akan turut dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus bila kita bertekun dalam perlombaan. Di dalam konteks ini, perlombaan disediakan bagi kita supaya kita memiliki hidup yang penuh pengharapan kepada Kristus. Sehingga kita pada akhirnya memperoleh hadiah kemenangan yakni panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Kiranya perjuangan dan teladan Kristus dalam penderitaan, kematian dan kebangkitan serta kuasa-Nya yang duduk disebelah kanan tahta Allah memampukan kita mencapai garis akhir perlombaan dalam hidup ini. Amin.

Doa Pribadi:
- Berdoa untuk persiapan para pelayan dan jemaat untuk Perjamuan Kudus.
- Berdoa untuk panitia Paska dan perayaan Paska.

Pdt. Em. Anthon Karundeng.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.