BERIBADAH DENGAN HORMAT DAN TAKJUB

  •  Teddy Wirawan
  •  

Renungan Warta, 22 Juni 2025


BERIBADAH DENGAN HORMAT DAN TAKJUB

IBRANI 10: 19-25


Jika kita mendapat undangan untuk menghadiri pesta pernikahan seorang anak presiden, tentu kita akan merasa sangat terhormat. Bahkan, jika kita sudah memiliki agenda sebelumnya, mungkin kita akan berusaha untuk mengatur kembali agenda yang kita punya demi bisa menghadiri pesta pernikahan tersebut.


Penulis Ibrani menyatakan bahwa kita bisa masuk ke tempat kudus karena darah Yesus Kristus. Ini bukan hak istimewa yang murahan. Di Perjanjian Lama, hanya imam besar yang boleh masuk Ruang Maha Kudus, itupun hanya setahun sekali dengan menguduskan diri terlebih dahulu. Tapi kini, melalui pengorbanan Kristus, kita semua mendapatkan hak akses untuk menghadap hadirat Tuhan secara langsung.


Ibadah bukan soal ritual atau formalitas. Tuhan mengundang kita datang dengan hati yang tulus ikhlas dan iman yang teguh. Ini berarti saat kita datang ke ibadah, kita membawa seluruh diri kita termasuk segala luka, kekhawatiran, dan pergumulan namun dengan keyakinan bahwa Allah menerima dan memurnikan kita.


Tidak hanya itu, ibadah bukan sebatas relasi pribadi secara vertikal dengan Allah, tetapi juga melibatkan relasi horizontal dengan sesama. Ibrani 10:25 menegaskan pentingnya untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan ibadah, tetapi saling mendorong dan membangun. Oleh karena itu kita harus menumbuhkan relasi pribadi dengan Tuhan maupun relasi dengan sesama sebagai bentuk komunal dalam beribadah kepada Tuhan. Bersama saudara seiman kita dapat saling menguatkan, mendorong, menegur, dan menopang.


Mari kita evaluasi kembali: Apakah selama ini kita sudah beribadah dengan hormat dan takjub? Apakah kita datang ke hadapan Tuhan dengan kesungguhan hati, atau hanya sekadar hadir secara fisik? Ingatlah bahwa setiap kali kita beribadah, kita sedang masuk ke hadirat Sang Raja segala raja. Maka, janganlah anggap biasa. Beribadahlah dengan rasa hormat, takjub, dan penuh syukur atas kasih karunia-Nya.

(Pnt. Teddy Wirawan)


Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.