BERHARGA DI MATA TUHAN
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Jumat, 12 Desember 2025
BERHARGA DI MATA TUHAN
Rut 4:13-17(TB 1)
"Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyurlah kiranya nama anak itu di Israel" (ay. 14)"
Suatu hari di sebuah penampungan hewan ada seekor kucing kecil berwarna abu-abu. Kedua kaki belakangnya cacat sejak lahir, membuatnya berjalan sambil menyeret bagian tubuh belakangnya. Setiap kali ada pengunjung yang datang dan mencari hewan untuk diadopsi, kucing tersebut selalu duduk di pojokan seakan-akan tahu bahwa ia tidak akan dipilih. Memang benar terjadi, selama berbulan-bulan tidak ada orang yang mau mengadopsi dia, setiap keluarga yang datang hanya mencari hewan yang bagus dan menarik.
Sampai suatu hari, seorang wanita masuk dan berhenti di kandang kucing itu, ia berlutut dan tersenyum, lalu ia berkata kepada staff di sana, "Saya mau adopsi kucing ini." Seluruh staff heran dan bertanya mengapa wanita ini mau mengambil kucing cacat tersebut. Wanitaini berkata, "Karena aku tahu rasanya tidak dipilih." Kucing diadopsi oleh seseorang yang bisa melihat nilai dirinya.
Kisah Rut memiliki sebuah konteks yang mirip. Ia adalah seorang janda muda tanpa harta. Begitupun Naomi sudah kehilangan suami dan kedua anaknya, merasa tidak memiliki harapan, itulah mengapa ia meminta semua orang memanggil dia Mara, karena Tuhan telah melakukan banyak yang pahit kepadanya. Melihat situasi dan kondisi dari Rut dan Naomi, tidak ada keuntungan untuk menolong ataupun menebus mereka.
Tampillah Boas yang muncul sebagai penebus kerabat ("go'el"). Seorang "go'el" dapat menebus keluarga dari kemiskinan, membeli kembali tanah milik keluarga, dan melindungi garis keturunan. Boas tidak memiliki kewajiban untuk menebus Rut, ia juga tidak memiliki kepentingan, dan tidak mendapatkan keuntungan darinya. Tetapi, Boas melihat nilai yang tidak dapat dilihat oleh orang lain dari Rut dan Naomi. Ia tergerak oleh kasihnya dan menebus satu keluarga ini. Banyak teolog yang melihat Boas sebagai bayangan (foreshadow) dari Kristus oleh karena apa yang ia lakukan mirip dengan pola yang dikerjakan Kristus.
Natal bukan sekedar perayaan hari kelahiran Kristus, tetapi juga momen menghayati inkarnasi, yaitu Allah menyatakan diri-Nya di dalam daging/manusia. Salah satu tujuannya adalah untuk menebus umat-Nya. Sama seperti Boas, Tuhan tidak memiliki kewajiban, kepentingan, dan keuntungan dari menebus kita. Ditambah lagi, kita adalah orang-orang berdosa yang "cacat" di hadapan kekudusan Allah. Tetapi meskipun begitu, Allah memberikan nilai di hidup kita. Kehadiran-Nya di dunia adalah bukti bahwa "secacat" apapun kita, kita semua berharga di mata-Nya.
Mungkin ada dari kita yang merasa diri kita tidak berharga karena penilaian orang lain dan standar dunia. Tetapi standar utama kita untuk melihat nilai diri kita seharusnya adalah dari kaca mata Tuhan, bukan dari kaca mata dunia. Bisa jadi kita punya kecenderungan untuk melihat orang lain memiliki nilai yang lebih rendah menggunakan standar kita. Kita harus ingat, bahwa Tuhan mau kita melihat semua orang menggunakan kacamata kasi-Nya.
Sudahkah kita menghargai hidup kita? Sudahkah kita menghargai hidup orang lain? Biarlah ini menjadi perenungan kita hari ini dalam mempersiapkan diri kita menyambut kedatangan Kristus.
Kiranya Tuhan menolong kita
Pokok Doa:
1. Berdoa untuk Digital Ministry GKI Coyudan agar dapat memperlengkapi setiap anggota jemaat dari segi spiritualitas maupun pengajaran
2. Berdoa untuk orang Kristen yang dipersekusi di dunia
3. Berdoa untuk masyarakat yang terkena bencana dimanapun mereka berada.
Reggy Leo