BERGUMUL BERSAMA TUHAN

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Sabtu, 18 Oktober 2025


Kejadian 32:9-12

Bergumul Bersama Tuhan


Kisah Esau dan Yakub adalah kisah yang pasti kita sudah kenal, terutama dari peristiwa bagaimana Yakub dengan cerdiknya mengelabui Esau untuk menjual hak kesulungannya dan mengelabui ayahnya – Ishak, yang sudah rabun dan tidak dapat melihat dengan jelas – sehingga Ishak memberikan hak kesulungan itu kepada Yakub. Dan karena kemarahan Esau itulah kemudian Yakub lari dari Esau dan hidup berkeluarga di Haran dan menjadi keluarga yang besar dengan harta yang sangat banyak.


Dan 20 tahun kemudian Allah memerintahkan Yakub untuk kembali kepada Ishak, yang berarti akan berjumpa lagi dengan Esau. Yakub membayangkan kemarahan Esau kepadanya akan berlanjut dan menghancurkan dirinya dan keluarganya. 


Yakub dirundung rasa takut yang amat sangat sehingga gelisah dan terus menerus meyakinkan dan meneguhkan janji penyertaan Tuhan kepada dirinya. Yakub memiliki perasaan bersalah, yang terus menerus menghantui dan membuatnya dikuasai rasa takut akan Esau, kakaknya.


Namun dalam pergumulan akan rasa bersalah dan rasa takut itu, Yakub memilih untuk taat pada perintah Tuhan dan mempercayakan hidupnya kepada pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Bahkan Yakub digambarkan bergulat dengan Tuhan sampai pagi menjelang, yang berarti bahwa pergumulan Yakub dalam taat dan percaya kepada janji Tuhan itu begitu hebatnya.


Dan kita melihat bagaimana perasaan takut dan cemas Yakub itu terobati ketika melihat bahwa semua yang ditakutkannya itu tidak terjadi; Esau memeluk Yakub, Esau mengampuni adiknya. Dan itu semua karena Tuhan bertindak jauh sebelum Yakub memintanya, yaitu memberkati Esau dengan luar biasa sehingga memiliki banyak sekali pegawai dan harta kekayaan.


Demikian halnya dengan pergumulan kita sebagai umat Tuhan; bergumul untuk taat dan percaya pada pemeliharaan Tuhan seringkali menjadi tidak mudah karena rasa takut dan cemas kita membayangkan hal buruk yang akan terjadi. Tetapi hari ini kita diajak untuk bergumul bersama Tuhan, dan jangan biarkan perasaan takut dan cemas itu menguasai. Sebab janji dan pertolongan Tuhan itu nyata bagi setiap orang yang menyadari dosanya dan mau percaya dan taat kepada Tuhan. Mari bertaat dan percaya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.


Pokok Doa :

1. Untuk pemulihan hati bagi setiap orang yang pernah terluka karena kejahatan orang lain.

2. Untuk kesembuhan bagi yang sakit.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.