BATU PENJURU

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Bacaan: 1 Petrus 2: 4-10

 

Dalam istilah arsitektural, "batu penjuru" itu adalah batu yang sangat penting. Sebab batu inilah yang akan diletakkan pada awal pembangunan sebuah bangunan. Batu ini akan menjadi titik arah dan juga titik pusat penentu seluruh struktur bangunan. Jadi bangunan seperti apapun itu tentu terbangun dengan berfokus pada batu penjuru yang telah diletakkan di awal pembangunan. Demikian juga bangunan rohani diri kita, perlu fokus pada satu batu penjuru yaitu Kristus.

Sebenarnya bukan Petrus yang menciptakan istilah "batu penjuru," melainkan istilah ini telah lebih dulu digunakan oleh Yesus untuk menggambarkan diri-Nya (Mat 21:42). Dalam konteks pembahasan Petrus di perikop yang kita baca, di situ Petrus sedang ingin mengingatkan beberapa jemaat yang sudah mulai lelah menjadi orang percaya. Pada waktu surat ini ditulis oleh Petrus jemaat sedang mengalami kelelahan dan penderitaan karena banyaknya penyiksaan yang mereka terima sebagai orang Kristen. Jadi jelas sekali bahwa Petrus ingin mengembalikan fokus orang-orang percaya pada waktu itu kembali fokus kepada Yesus.

Maka dari itu ia berkata "datanglah pada batu penjuru (Ay. 4)." Tetapi hal yang lebih daripada itu adalah Petrus berkata kita harus jadi batu yang hidup, untuk sebuah pembangunan rohani (ay.15). Apakah maksudnya? Jika kembali lagi melihat konteks dan istilah batu penjuru yang digunakan oleh Petrus ini, kita dapat mengetahui bahwa makna dari pembangunan rohani adalah membuat banyak orang juga dapat datang dan memandang kepada Yesus sebagai batu penjuru. Yesus telah menjadi batu penjuru sehingga setiap orang percaya perlu memandang kepada Yesus.

Lebih lagi Petrus mengungkapkan bahwa kita telah dipilih oleh Allah sendiri sebagai umat kepunyaan-Nya. Namun itu bukan berarti kita bisa hidup sesuka hati, melainkan ada hal yang perlu dikerjakan sebagai umat pilihan Allah. Yaitu memberitakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah (ay. 9).

Marilah setiap kita yang percaya datang dan memandang kepada Yesus sebagai batu penjuru. Karena hanya Dia lah pusat segala arah struktur pembangunan rohani kita. Dan hendaknya setiap kita yang telah memandang kepada Kristus juga merasakan dan menghayati panggilan kita sebagai umat pilihan Allah. Beritakan perbuatan-perbuatan besar yang Allah lakukan kepada seluruh dunia. Ajak semua orang untuk menjadikan Kristus sebagai batu penjuru dalam kehidupan mereka.

Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan Remaja-Pemuda GKI Coyudan
2. Rangkaian bulan keluarga
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia

Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.