BAPTISAN ROH KUDUS

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Jumat, 16 Januari 2026

Bacaan: Kisah Para Rasul 1:1-5


Baptisan Roh Kudus


Janji bisa menjadi sesuatu yang manis, tetapi bisa juga menjadi pahit. Janji yang pahit adalah ketika janji manis itu tidak terpenuhi. Sehingga terkadang janji-janji manis belum tentu akan berakhir manis. Butuh pembuktian untuk kita dapat melihat akhir dari janji itu, apakah akan ditepati, atau diingkari. Jika kita kembali mengingat Yesus pun juga berjanji kepada murid-murid tentang Roh Kudus yang akan diutus-Nya. Apakah itu ditepati atau tidak, inilah yang ditulis oleh Lukas dalam pembukaan Kisah Para Rasul.


Lukas menuliskan kembali kepada "Teofilus" kabar tentang Yesus dan kisah-kisah para Rasul Yesus. Dalam pembukaan tulisannya ia kembali mengulang sedikit tentang apa yang Yesus janjikan kepada murid-murid sebelum Ia ditangkap dan disalib. Janji itu berbicara tentang Roh Kudus yang harus dinantikan oleh murid-murid. Sehingga melalui perkataan Roh Kudus menuntun murid-murid untuk tetap di Yerusalem sampai Roh Kudus diutus (ay. 2-4).


Pada waktu itu banyak juga yang percaya bahwa melalui baptisan Yohanes pembaptis mereka dapat memperoleh keselamatan. Tetapi sebenarnya apa yang dilakukan Yohanes pembaptis adalah membuka jalan bagi Sang Mesias. Jadi sebenarnya baptisan Yohanes menuntun orang-orang untuk datang kepada Yesus Kristus, yang kemudian membaptis dengan Roh Kudus (ay.5). Apakah artinya dibaptis oleh Roh Kudus?


Baptisan Roh Kudus sama halnya dengan "kelahiran baru" yang disebutkan oleh Yesus (Yoh 3:5-7). Hal ini berarti bahwa seorang harus dibaptis atau dilahirkan dari air dan Roh untuk memperoleh keselamatan. Maka dari itu kelahiran baru atau baptisan Roh Kudus itu adalah hal yang sangat penting bagi orang percaya. Kelahiran baru menjadi titik awal manusia yang telah jatuh dalam dosa dipulihkan dan menjadi milik Kristus. Perlu diperhatikan juga apa yang Yesus katakan "apa yang lahir dari Roh adalah Roh." Artinya setiap orang yang sudah dilahirbarukan haruslah hidup menurut Roh seperti apa yang dipesankan oleh Rasul Paulus (Gal 5:16-17).


Pada akhirnya janji Yesus berakhir manis karena janji itu ditepati. Roh Kudus itu dicurahkan dan menguatkan para Rasul dan semua murid yang ada di sana. Mereka memberitakan Injil dan kemudian dengan berani menghadapi fitnahan, kematian dan hal buruk lainnya. Kelahiran baru itu dirasakan semua orang percaya yang berkumpul pada waktu itu, dan mereka dimampukan menjadi saksi. Bukankah setiap kita yang mengaku percaya juga seharusnya dilahirbarukan dan dikuatkan untuk menjadi saksi?


Maka dari itu setiap kita yang mengaku percaya perlu kembali melihat kehidupan kita. Apakah kita sudah jadi saksi? Kita mungkin belum mampu untuk menjadi saksi seperti para Rasul, tetapi kita bisa melakukan apa yang disebutkan rasul Paulus dengan "hidup oleh Roh." Hal ini pun akan memampukan kita menjadi saksi dimanapun kita berada; yakni dengan hidup menurut Roh kita melakukan kehendak Tuhan. Sehingga banyak orang yang akan melihat hidup kita dapat berjumpa dan mengenal Yesus Kristus. Mari menjadi orang-orang yang hidup menurut Roh dan menjadi saksi bagi Tuhan.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan

2. Penatua baru dan setiap BPJ yang baru

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.