AWASI DIRIMU DAN AJARANMU SENDIRI

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Rabu, 18 Desember 2024


1 Timotius 4:16

Awasi Dirimu dan Ajaranmu Sendiri


Di masa sekarang ini media sosial menjadi alat untuk menyampaikan isi pikiran orang secara babas. Tidak sedikit orang yang berani menyampaikan kata-kata dan kisah yang dipandangnya bijak, dan menyampaikan berbagai pengertian tentang firman Tuhan yang dipandangnya sebagai sebuah kebenaran. 


Sayangnya, tidak banyak orang yang dapat membedakan, manakah yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan dan manakah pemahaman yang keliru dan justru bisa menyesatkan. Sebab penyesatan dapat terjadi karena kesengajaan manusia, tetapi juga bisa terjadi secara tidak sengaja, bahkan tidak disadari oleh orang yang menyampaikannya.


Itulah sebabnya rasul Paulus menasihatkan kepada Timotius muda dalam pelayanannya di jemaat, untuk terus mengawasi dirinya sendiri dan ajarannya. 


Kata ”Awasilah” berarti sebuah tindakan aktif, dengan sengaja dan kesadaran penuh untuk memperhatikan dan mewaspadai diri kita sendiri; memeriksa diri kita. Apakah motivasi (apakah ada kepentingan pribadi), pikiran-pikiran, dan ajaran-ajaran kita itu sudah sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus ataukah berkutat hanya pada pikiran kita sendiri ?! 


Demikian halnya dalam pelayanan bersama hendaknya kita semua belajar untuk memperhatikan apa yang kita pikirkan, katakan dan lakukan dalam kehidupan bersama sebagai gereja Tuhan maupun ketika kita sendirian sebagai umat Tuhan. Sebab musuh terbesar dari panggilan kita sesungguhnya bukanlah orang lain, tetapi diri kita sendiri. 


Karena itu, menjaga diri dan memeriksa ajaran yang kita pegang setiap hari adalah bagian yang penting dalam kita menjaga keselamatan yang Tuhan sudah anugerahkan dalam Yesus Kristus kepada kita dan menjaga orang lain yang melihat kepada kehidupan kita sebagai contoh dan teladan dalam iman. Teruslah berjaga dan awasi dirimu sendiri. Amin.


Pokok Doa :

1. Untuk persiapan rangkaian Natal (Kebaktian Malam Natal, Kebaktian Natal dan Perayaan Natal).

2. Untuk kesehatan dan semangat para pelayan ibadah.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.