ARTI HUKUM TAURAT

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Kamis, 23 Januari 2025

Bacaan: Roma 7:1-6


Arti Hukum Taurat


Ketika saya masuk ke sebuah asrama untuk mengikuti perkuliahan di seminari, saya terkejut dengan banyaknya peraturan-peraturan yang ada. Banyak hal yang tidak boleh dilakukan sehingga membuat saya merasa tidak bebas dan mempertanyakan untuk apa sebenarnya peraturan-peraturan tersebut. Pernahkah kita juga bertanya untuk apa sebenarnya peraturan-peraturan yang berlaku? Apakah ini sungguh berdampak dalam kehidupan? Dan jika iya, apakah dampaknya positif ataukah negatif?


Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat di Roma tentang apa sebenarnya arti dari Hukum Taurat itu. Sebagian besar jemaat adalah orang Yahudi yang tinggal di Roma, sehingga mereka sudah tahu apa itu hukum taurat, tetapi memang ada beberapa yang bukan kalangan Yahudi sehingga perlu tahu lebih dalam mengenai Hukum Taurat itu. Bagi orang-orang Yahudi, Hukum Taurat sangat penting bagi kehidupan mereka, bahkan sebagian besar orang Yahudi masih menganggap Hukum Taurat adalah peraturan yang menentukan keselamatan mereka. Bagi Paulus, Hukum Taurat itu memang berpengaruh tetapi hanya ketika kita masih hidup. Apakah artinya itu?


Dalam hal ini Paulus masuk lebih jauh dengan mengaitkannya dengan Kristus, terkhusus pada kematian-Nya. Ketika Kristus mati, setiap kita yang percaya juga turut mati bersama dengan Dia. Sehingga artinya kita tidak lagi hidup dalam Hukum Taurat. Melainkan hidup bagi Kristus (ay. 4). Dengan demikian kita tidak melayani Hukum Taurat, tetapi melayani Kristus.


Lalu apakah Hukum Taurat itu adalah sebuah kesalahan? Tentu tidak, sebab Tuhan yang membuatnya bagi manusia tidak mungkin menciptakan sesuatu yang salah. Hukum Taurat itu justru membuat manusia sadar akan keberadaan dosa, dan perlu mewaspadainya. Jika tidak ada Hukum Taurat pada mulanya, manusia yang telah jatuh dalam dosa tidak akan memiliki standar hidup benar, sehingga dunia akan menjadi kacau seperti zaman Nuh. Maksud Paulus di sini adalah bahwa Hukum Taurat tidak berkuasa atas hidup kita yang telah mati dan bangkit di dalam Kristus. Sebab hidup kita bukan milik Hukum Taurat, melainkan milik Kristus. 


Maka dari itu, marilah kita sungguh bukan hanya berfokus kepada aturan-aturan yang mungkin kita anggap akan menyelamatkan hidup kita. Sebab bukan itu yang menjadi fokus orang percaya. Bukan karena perbuatan kita mendapatkan anugerah keselamatan. Itu adalah pemberian Allah. Fokuslah melayani Tuhan dan meneladani semua yang Yesus ajarkan, sehingga kita dapat menjadi murid yang hidup bagi Kristus.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan

2. Program dan pelayanan GKI Coyudan

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.