ANUGERAH UMAT PILIHAN ALLAH
Renungan Harian GKI Coyudan
Senin, 9 Februari 2026
Bacaan: Roma 11:2-10
Anugerah Umat Pilihan Allah
Kita tentu tidak asing dengan kata "anugerah". Dalam anugerah itu kita mengenal kedaulatan Tuhan dan juga keselamatan. Ketika manusia berdosa memperoleh anugerah artinya adalah bahwa sekalipun tidak layak, tetapi manusia berdosa tetap menerima keselamatan itu. Sehingga kita tahu bahwa anugerah bukan hasil usaha manusia, melainkan kehendak Tuhan yang berdaulat dalam dunia ini.
Demikian dalam perikop yang kita baca Paulus menjelaskan kepada jemaat di Roma tentang apa itu anugerah dan juga makna dari umat pilihan Tuhan. Jemaat di Roma sebagian besar bukanlah orang Yahudi asli. Sehingga wajar jika mereka juga mempertanyakan keselamatan mereka. Sebab sejak dari semula mereka sudah mengenal istilah umat pilihan atau umat perjanjian. Lalu bagaimana dengan mereka yang bukan berasal dari keturunan orang Israel?
Paulus sekali lagi menekankan bahwa pemilihan Tuhan itu didasarkan pada kasih karunia Tuhan. Hal itu bukanlah usaha manusia (ay. 6-7). Bahkan bangsa Israel sekalipun melakukan kejahatan di mata Tuhan sehingga Elia mengeluh kepada Tuhan (ay. 3). Tetapi berdasarkan kedaulatan Tuhan pula, masih ada orang-orang yang tidak menyembah Baal, dan merekalah orang pilihan Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan beberapa orang Israel untuk menolak Baal juga kedaulatan Tuhan, bukan usaha mereka sendiri.
Anugerah bukan hanya berbicara soal keselamatan yang diterima manusia, tetapi juga kedaulatan Tuhan. Jika itu adalah kedaulatan Tuhan maka siapakah kita manusia berdosa ini? Mampukah kita menyelami pikiran Tuhan? Mampukah kita berdaulat di atas Tuhan? Anugerah itu hanya bisa kita terima, tetapi tidak bisa terbantahkan. Demikian juga pemilihan Tuhan.
Kita umat yang telah dipilih perlu sungguh-sungguh menyadari siapa kita dihadapan Tuhan. Kita perlu sungguh-sungguh tunduk kepada Tuhan. Sebab ia yang menentukan keselamatan itu bagi kita. Ia juga yang berinisiatif membuka dan memperkenalkan dirinya pada kita. Maka dari itu teruslah bersyukur atas anugerah Tuhan dan menghidupinya dalam kehidupan kita. Teruslah juga belajar bersandar pada kedaulatan Tuhan. Dia yang mengatur segala sesuatu yang terjadi pada hidup kita.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan rangkaian kegiatan Paskah
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen