ALLAH YANG HIDUP
Bacaan: Kisah Para Rasul 17:20-31
Ketika kita menyampaikan sesuatu tentu kita butuh untuk didengarkan. Jika kita merasa tidak di dengar atau diabaikan kita dapat kecewa. Lalu, bagaimana jika selama ini kita mengungkapkan harapan-harapan kita kepada pribadi yang tidak mendengarkan kita? Bagaimana jika doa-doa kita tidak didengarkan?
Rasul Paulus berada di Atena dimana banyak sekali orang-orang yang senang untuk belajar hal-hal baru (ay. 21). Selain itu di Atena terdapat banyak patung-patung berhala milik orang Yunani yang bertuliskan "Allah yang tidak dikenal (ay. 23)." Hal ini sangat memprihatinkan dan membuat rasul Paulus bersedih. Lalu Ia pun diberikan kesempatan untuk menyampaikan Injil kepada orang-orang di sana (ay. 19).
Rasul Paulus mengungkapkan bahwa Allah yang Ia ikuti adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dna juga Allah yang hidup. Bukan Allah yang harus dilayani manusia, melainkan Allah yang telah memberikan nafas hidup bagi manusia (ay. 24-25). Rasul Paulus juga berkata bahwa di dalam Dia kita hidup (ay. 28). Dan pada akhirnya rasul Paulus memberitakan kabar pertobatan agar semua orang bertobat dan datang kepada Allah karena keselamatan yang telah dilakukan oleh Yesus (ay. 30-31).
Allah yang kita ikuti adalah Allah yang hidup. Dia mendengarkan doa dan harapan kita. Dia yang telah lebih dulu mengasihi dan memberikan nafas kehidupan bagi kita. Dia yang telah lebih dulu memberikan keselamatan bagi kita. Mari kita terus hidup di dalam Dia yang memberikan kita kehidupan ini.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Rangkaian kegiatan-kegiatan bulan Anak
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen