DI DALAM KRISTUS HIDUP MENJADI BERMAKNA

  •  Reggy Leo
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Sabtu, 02 Agustus 2025 


 DI DALAM KRISTUS HIDUP MENJADI BERMAKNA 


 Pengkhotbah 1:1-11

 "Inilah perkataan Pengkhotbah,  anak Daud, raja di Yerusalem. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia" (Ay. 1-2)


Suatu hari seorang pekerja bangun pagi, berangkat kerja melewati kemacetan, menyelesaikan tugas demi tugas, lalu pulang malam hari dalam kelelahan. Ia mengulanginya setiap hari selama bertahun-tahun. Suatu malam, ia duduk sendiri dan berkata, “Apa gunanya semua ini? Hidup ini seperti lingkaran yang tidak ada akhirnya.” Banyak dari kita pernah merasakan hal yang sama, rasa hampa, seolah hidup ini hanya rutinitas tanpa makna.

Pengkhotbah 1:1–11 menangkap rasa itu. Rasa letih akan dunia yang terus berputar, namun tidak menghasilkan sesuatu yang benar-benar memuaskan.


Kitab Pengkhotbah ditulis oleh “Pengkhotbah" yang secara tradisi dikaitkan dengan Raja Salomo. Ia memulai dengan pernyataan yang mengejutkan: “Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.”

Lalu ia merenungkan generasi datang dan pergi , Matahari terbit dan terbenam, angin dan air terus mengalir tapi tak pernah berhenti, Tak ada yang benar-benar baru, bahkan nama kita pun bisa dilupakan. Ini bukan sekadar pesimisme, tapi sebuah realisme yang jujur: tanpa Allah, hidup di bawah matahari (frasa khas Pengkhotbah) benar-benar melelahkan dan kosong.


Namun, ini bukan akhir dari segalanya. Tujuan Pengkhotbah bukan membuat kita putus asa, melainkan membawa kita ke satu kesimpulan penting, tanpa Allah, semuanya sia-sia. Tapi bersama Allah, hidup menjadi bermakna.


Kita bisa menjalani rutinitas yang sama setiap hari, tapi bedanya siapa yang menjadi pusat hidup kita. Jika hidup hanya untuk mengejar materi, prestasi, atau pengakuan, semua itu akan hilang pada waktunya. Tapi jika hidup dijalani di dalam Kristus, maka pekerjaan, keluarga, penderitaan, dan pengorbanan kita menjadi bagian dari rencana Allah yang kekal.


Ketika kita sadar bahwa hidup kita bukan tentang kita, tapi tentang kemuliaan Kristus, maka setiap tindakan kita sekecil apapun menjadi berarti. Itulah sebabnya 1 Korintus 15:58 berkata, “Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”


Dunia berkata: “Hidup itu kosong, jadi nikmati sebisamu.” Tapi firman Tuhan berkata: “Hidup itu singkat, jadi pakailah untuk Tuhan.” Tanpa Kristus, semua hanya kesia-siaan yang berulang. Tetapi di dalam Kristus, tidak ada yang sia-sia. Mari kita hidupi hidup kita dengan berpusat kepada Kristus dalam segala pikiran, perkataan, perbuatan, dan pekerjaan yang kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan kita akan menikmati kemuliaan-Nya

Kiranya Tuhan menolong kita semua, Amin.


Pokok Doa:

1. Berdoa untuk Digital Ministry GKI Coyudan agar dapat memperlengkapi setiap anggota jemaat dari segi spiritualitas maupun pengajaran

2. Berdoa untuk saudara-saudara yang masih kesulitan untuk beribadah karena tindakan intoleransi masyarakat

3. Berdoa untuk pergumulan anggota jemaat yang sedang sakit dan mengalami kesulitan


Reggy Leo

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.