TUHAN TAK PERNAH TINGGALKAN KITA
Bacaan: Yesaya 44:1-5
Umat Israel sedang merasakan hukuman dari Allah: mereka diasingkan ke Babel jauh dari tanah Kanaan. Mereka amat susah, bukan saja karena tidak memiliki kesempatan untuk memberdayakan potensi hidupnya, tetapi hak kebebasannya dirampas. Sebagai tawanan perang, Israel menjadi warga kelas dua di Babel. Disamping itu, kebebasan beribadahnya pun tidak sebebas ketika masih di tanah asalnya.
Ditandaskan bahwa sekalipun umat menderita tetapi tidak akan binasa, sekalipun keadaan gelap tetapi Allah tidak akan meninggalkan mereka. Sebab Allah tetap mengingat janji-Nya. Sekalipun mereka sering tidak setia.
Ada tiga pokok pemahaman yang terkandung dalam perikop ini.
Pertama. Bahwa orang yang berdosa, masih dapat menerima pengampunan dari Allah sebagai anugerah, bahkan kembali diberkati. Bangsa Israel telah dibaharui sehingga tidak perlu takut. Tanah dan keturunan mereka pun akan kembali diberkati. Supaya melalui hidup mereka, nama Tuhan di muliakan.
Kedua. Dengan memahami dan mengimani bahwa Allah yang Maha Kudus, yang adil dan tidak tertandingi, akan memampukan kita untuk kembali bersekutu dengan-Nya. Karena Dialah yang melindungi kita umat pilihan-Nya. Tetapi la juga sangat murka bila umatNya menyembah illah-illah lain.
Ketiga. Allah adalah jaminan dalam hidup orang percaya. Bahwa Ia akan menolong umatNya dari segala keterpurukan dan ancaman.
Sebagai GerejaNya, Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Tuhan menyertai dalam suka dan duka. Tuhan memelihara umat-Nya dari segala cobaan. Dan Tuhan menumbuhkan iman di dalam situasi yang berat, agar kita dapat mengandalkan Tuhan sekaligus dapat bersaksi dengan penuh keberanian.
Allah telah memilih kita oleh karena kasih karunia-Nya melalui Yesus Kristus. Bukan karena kita orang benar, tetapi supaya kita tidak kehilangan gambar dan kemuliaan Allah karena melakukan hal-hal duniawi sehingga lupa pada tujuan akhir yang disediakan Allah yaitu sorga yang mulia. Jika la hadir di dalam persekutuan dengan kita umat-Nya, maka berkat-berkat-Nya akan di curahkan bagi kita. Maka sebagai respon terhadap pemeliharaan Allah, seharusnya kita saling melayani, saling mengasihi dalam satu persekutuan keluarga Allah.
Pokok Doa:
1. Penatalayanan Gereja.
2. Pergumulan jemaat.
3. Pemerintah dan Bangsa.
Bpk Johanis Melsasail