AKU SENANTIASA BERHARAP

  •  Daniel Kristanto Gunawan
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN

Selasa, 31 Maret 2026


AKU SENANTIASA BERHARAP

Mazmur 71:2-14


Ada masa di mana hidup terasa tidak sekuat dulu. Bukan karena Tuhan berubah, tetapi karena kita makin sadar betapa rapuhnya diri ini. Mazmur 71 menggambarkan seseorang yang sudah berjalan lama dengan Tuhan, namun tetap datang dengan satu pengakuan sederhana: “Pada-Mu aku berlindung.”


Ia tidak menutupi kenyataan bahwa ada tekanan, ada suara yang melemahkan, bahkan ada ketakutan. Tetapi di tengah semua itu, ia memilih satu sikap: tetap berharap. “Aku senantiasa berharap…” (ay.14). Ini bukan karena keadaan membaik, tetapi karena ia tahu kepada siapa ia berharap.


Kadang kita menunggu situasi berubah dulu baru bisa percaya. Tapi firman ini justru mengajak sebaliknya—percaya dulu, berharap dulu, walau keadaan belum berubah.


Hari ini, mungkin kita sedang ada di musim yang melelahkan. Mungkin ada kekhawatiran tentang masa depan, atau pergumulan yang belum selesai. Firman ini mengajak kita untuk kembali mengarahkan hati: bukan pada apa yang kita lihat, tetapi pada siapa Tuhan itu—setia sejak dulu, sekarang, dan selamanya.


Doa Pribadi:

“Tuhan, di tengah hidup yang tidak selalu mudah, ajar kami untuk tetap berharap kepada-Mu. Saat kekuatan terbatas, ingatkan kami bahwa Engkau adalah perlindungan sejak dulu hingga sekarang. Tolong kamo untuk tidak menyerah, tetapi terus percaya dan memuji-Mu. Amin.”



Pdt Daniel KG

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.