MENERIMA PENDOSA

  •  Reggy Leo
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN

Jumat, 28 Maret 2026 


MENERIMA PENDOSA


Lukas 15:8-10

"Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan." (Ay.7) 


Bapak Ibu, ada barang-barang yang memiliki kenangan tertentu. Terkadang barang itu harganya murah atau ukurannya kecil, tetapi nilai dari barang tersebut lebih dalam karena ada kenangan di dalamnya. Entah itu pemberian orang tua kita, atau sahabat kita. Nilai tersebut tidak dapat digantikan dengan uang atau barang lain yang sama. Tuhan Yesus secara tidak langsung menceritakan hal berharga yang Ia miliki, saking berharganya, Ia cari dan bahkan rela berkorban demi mencari satu hal ini. Inilah yang tergambar di dalam Lukas 15.


Dalam Lukas 15 Tuhan Yesus sedang berbicara kepada para Farisi dan para ahli Taurat. Karena orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat memiliki standar siapa yang berdosa dan siapa yang tidak, tentu saja mereka adalah orang-orang yang meraasa diri mereka benar. Tetapi di Momen itu lah Tuhan Yesus hancurkan kebanggaan mereka dengan memakai cerita perumpaan. Di ayat 8-10, Orang berdosa dianalogikan sebagai Dirham yang hilang. Sebagaimana Bapak Ibu tahu, satu dirham setara dengan satu hari kerja. Untuk mengumpulkan 10 dirham, kita harus bekerja 10 hari, tapi itu pun ga boleh dipakai buat minum atau makan. Jadi, kehilangan satu dari 10 dirham seperti kehilangan satu dari sepuluh upah hari kerja.


Tetapi yang menarik, ada dua orang ahli Perjanjian Baru yang berpendapat bahwa sebenarnya 10 dirham di sini bukanlah sekedar koin perak. Pada masa itu dirham bisa dibuat menjadi perhiasan dan diikat genap jadi 10, lalu ditaruh di atas kepala sebagai perhiasan atau menjadi kalung. Penggunaan perhiasaan dirham ini juga menyiratkan status seperti mahar, simbol pernikahan, dan tanda kehormatan keluarga. Jadi, kehilangan satu koin dirham ini bukan sekedar kehilangan uang, tetapi kehilangan sesuatu yang sifatnya pribadi sekali karena berkaitan dengan status. Itulah mengapa perempuan tersebut mencari dengan cermati, sampai menyalakan pelita yang bahan bakarnya adalah minyak yang tentu saja sayang kalau hanya dipakai untuk mencari barang. Tetapi Karena begiu berharganya Dirham ini, dia lakukan sebisa dia dan setelah ketemu, dia rayakan bersama dengan sahabat dan tetangganya.


Koin Dirham itu adalah kita. Orang berdosa, yang tidak sempurna, yang hilang, tetapi dengan segala upaya Tuhan cari kita. Tetapi, Ketika kita ditemukan, Tuhan rayakan. Betapa berharganya kita di mata Tuhan, orang-orang yang menyadari bahwa dirinya berdosa. Meskipun Ia tahu bahwa kita adalah manusia berdosa, Ia terima dan Ia rayakan hidup kita dan pertobatan kita.


Bapak Ibu, saya mau mengajak kita untuk belajar satu hal dari renungan hari ini. Saya mau mengajak kita untuk melihat nilai manusia seperti Tuhan melihat.

Sering kali kita menilai orang dari masa lalunya, dosanya, atau reputasinya. Tetapi dalam perumpamaan ini, Tuhan tidak melihat “fungsi” atau “kondisi” koin itu—Ia melihat nilai dan kepemilikan.

Di dalam masyarakat kita salah satu contohnya adalah mantan napi, susah untuk cari kerja dan memulai kehidupannya lagi dari awal. 


Maka dari itu, saya mengajak kita untuk Jangan cepat memberi label kepada orang lain sebagai “orang berdosa”, seolah-olah kita lebih baik. Di hadapan Tuhan, semua manusia adalah milik-Nya yang berharga.


Mari kita menerima orang berdosa, sama sperti Tuhan sendiri sudah menerima kita yang adalah orang berdosa juga. 


Kiranya Tuhan menoong kita semuanya. 

Amin. 


Pokok Doa:

Berdoa untuk perdamaian dunia, secara khusus konflik di Timur Tengah.


Reggy Leo

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.