TUHAN BEKERJA MELALUI HAL-HAL BIASA

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Senin, 9 Maret 2026


Kejadian 24:1-27

Tuhan Bekerja Melalui Hal-Hal Biasa


Dalam kisah ini, Abraham mengutus hambanya untuk mencari istri bagi Ishak. Perjalanan itu tentu bukan perjalanan yang mudah, karena hamba itu harus melakukan perjalanan yang jauh. Ia membawa tanggung jawab yang besar dengan tingkat kesulitan yang tinggi; bahaya perjalanan dan petunjuk yang terlalu sedikit. Ia tidak tahu bagaimana harus menemukan orang yang ditentukan oleh Abraham dengan sumpah. 


Menariknya, ketika sampai di sebuah sumur, ia berhenti dan berdoa memohon tuntunan Tuhan. Dan peristiwa penting dalam kisah ini justru terjadi di tempat yang sangat biasa: di sebuah sumur. 


Sumur adalah tempat sehari-hari bagi orang pada zaman itu. Tempat orang mengambil air, bertemu sesama, atau sekadar beristirahat. Tidak ada yang tampak luar biasa dengan sumur itu. Namun justru di tempat itulah Tuhan menjawab doa sang hamba. Sebelum ia selesai berdoa, datanglah Ribka yang kemudian menjadi jawaban Tuhan bagi perjalanan tersebut.


Dari sini kita belajar bahwa Tuhan tidak selalu bekerja melalui peristiwa yang spektakuler atau luar biasa saja, tetapi juga sering kali Tuhan bekerja melalui peristiwa sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Percakapan biasa, pertemuan yang tampaknya kebetulan, atau tindakan kecil seseorang bisa menjadi cara Tuhan menyatakan kehendak-Nya.


Ribka sendiri menunjukkan kebaikan hati yang sederhana. Ia memberi minum orang asing dan bahkan bersedia memberi minum juga kepada unta-unta mereka. Tindakan yang terlihat biasa ini justru menjadi tanda yang dipakai Tuhan untuk meneguhkan jawaban doa.


Sering kali kita berpikir bahwa Tuhan hanya bekerja melalui hal-hal besar: mukjizat, peristiwa dramatis, atau pengalaman rohani yang luar biasa. Padahal, Tuhan juga bekerja melalui rutinitas hidup kita: melalui pekerjaan, pelayanan kecil, pertemuan dengan orang lain, bahkan melalui hal-hal yang tampaknya sederhana.


Karena itu, orang percaya dipanggil untuk memiliki hati yang peka. Jangan sampai kita melewatkan pekerjaan Tuhan hanya karena kita menganggap suatu peristiwa terlalu biasa. Bisa jadi di balik hal yang sederhana itu, Tuhan sedang membuka jalan, memberi jawaban, atau menuntun langkah hidup kita.


Hamba Abraham mengakhiri pengalamannya dengan sujud menyembah Tuhan, karena ia menyadari bahwa peristiwa yang tampaknya biasa itu sebenarnya adalah penyertaan Tuhan yang nyata baginya dalam menjalankan tugas panggilan yang sulit itu.


Demikian halnya setiap kita perlu untuk mengucap syukur kepada Tuhan melalui hal-hal kecil dan sederhana yang kita terima dari Tuhan. Kiranya Tuhan menolong kita semua. Amin.


Pokok Doa :

1. Untuk sekolah-sekolah Kristen yang ada di kota Solo dan sekitarnya.

2. Untuk perdamaian dunia.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.