MELANJUTKAN MISI KRISTUS DI TENGAH DUNIA

  •  Reggy Leo
  •  

Renungan warta 28 Juni 2026


MELANJUTKAN MISI KRISTUS DI TENGAH DUNIA
2 Korintus 5:18-20

Setiap orang percaya dipanggil untuk hidup bagi suatu tujuan yang lebih besar daripada dirinya sendiri. Keselamatan yang kita terima bukan hanya menjadi berkat pribadi, tetapi juga menjadi awal dari sebuah pengutusan. Allah tidak hanya menyelamatkan kita dari dosa, tetapi juga mengutus kita untuk menjadi alat-Nya di tengah dunia. Sebagaimana Kristus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, demikian pula gereja dipanggil untuk melanjutkan misi Kristus hingga hari ini.

Di dalam suratnya yang kedua kepada jemaat Korintus, Paulus menekankan bahwa awal dari segala pelayanan misi yang dikerjakan para rasul diinisiasi oleh Allah sendiri. Oleh karena itu, misi bersifat ilahi, bukan manusiawi. Keselamatan dan rekonsiliasi antara Allah dan manusia secara utuh dimulai dan dikerjakan oleh Allah. Meskipun demikian, Allah mempercayakan pelaksanaannya kepada para murid.

Dua hal yang dipercayakan oleh Allah adalah, pertama, pelayanan (diakonian) pendamaian, dan kedua, berita (logon) pendamaian yang menyatakan karya Allah dalam Kristus. Kata diakonian memiliki implikasi tindakan pelayanan yang aktif dan dilakukan secara sukarela. Pelayanan bukan sekadar konsep, melainkan tindakan nyata yang mencerminkan kasih Kristus kepada sesama. Sementara itu, kata logon, yang berasal dari kata logos, bukan hanya berarti "kata-kata", tetapi menunjuk kepada pesan yang memiliki makna, kebenaran, dan pengertian yang harus disampaikan. Dengan kata lain, gereja tidak hanya dipanggil untuk berbuat baik, tetapi juga menjelaskan mengapa ia berbuat baik, yaitu  karena Allah telah mendamaikan dunia dengan diri-Nya melalui Kristus.

Ketika kedua hal ini dipercayakan kepada para murid, Paulus menyebut mereka sebagai utusan-utusan Kristus. Misi mereka tidak hanya membawa berita tanpa pelayanan, dan juga tidak hanya membawa pelayanan tanpa berita. Pelayanan tanpa Injil hanya menghasilkan bantuan sosial, sedangkan pemberitaan Injil tanpa kasih yang nyata berupa tindakan akan kehilangan esensinya. Allah menghendaki keduanya berjalan bersama sebagai satu kesatuan.

Marilah kita menjadi utusan-utusan Kristus yang setia, dimanapun Tuhan menempatkan kita, entah di keluarga, tempat kerja, lingkungan masyarakat, maupun gereja, kita dipanggil untuk menghadirkan kasih Kristus melalui tindakan sekaligus memberitakan karya keselamatan-Nya melalui perkataan. yang menghadirkan kasih Allah melalui pelayanan dan menyatakan karya pendamaian-Nya melalui pemberitaan Injil. Ketika keduanya berjalan bersama, dunia dapat melihat bahwa Kristus benar-benar hidup dan bekerja melalui gereja-Nya.

(Sdr. Henry Reggy Leo Capital, S.Ag.M.Pd.)


Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.