TRADISI DAN KEBENARAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 26 Agustus 2025
TRADISI DAN KEBENARAN
Yehezkiel 20:18-32
"Dan apa yang timbul dalam hatimu sama sekali tidak akan terjadi, yaitu yang kamu katakan: Kami ingin seperti bangsa-bangsa lain, seperti segala kaum di negeri-negeri untuk berbakti kepada pohon dan batu." (Ay. 32)
Di dalam psikologi ada satu istilah yang dipakai untuk menggambarkan keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan mayoritas, yaitu konformitas. Seorang psikolog sosial yang bernama Solomon Asch melakukan eksperimen yang menunjukkan bahwa seseorang bisa mengubah jawabannya meskipun jelas salah, hanya karena mayoritas orang di sekitarnya memberikan jawaban yang sama. Terkadang orang-orang mengambil pilihan yang salah bukan karena mereka tidak tahu bahwa itu salah, tetapi karena mereka merasa terasingkan. Perasaan itu juga yang dimiliki oleh bangsa Israel yang berada di tengah bangsa-bangsa pagan.
Bangsa Israel memiliki latar belakang terjajah oleh Mesir selama 430 tahun. Mereka tinggal dan bergaul dengan orang-orang Mesir dengan beragam tradisi pagannya. Ketika mereka sudah merdeka dan tinggal di tanahnya sendiri, ternyata kecenderungan untuk mengikuti tradisi pagan masih melekat di hati mereka karena mereka berada di tengah bangsa-bangsa pagan yang menyembah pohon dan batu. Bisa jadi mereka tertekan karena mereka merasa terasingkan dari bangsa di sekitarnya sehingga banyak yang meskipun sudah merdeka, mereka memperbudak diri mereka dengan tradisi pagan. Itulah mengapa hal tepat ketika seorang penulis berkata bahwa hal yang mudah untuk mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir, tetapi hal yang sulit untuk mengeluarkan Mesir dari bangsa Israel. Bangsa Israel dipanggil untuk menjadi berkat bagi banyak bangsa, bukan untuk menjadi sama dengan banyak bangsa, itulah kegagalan mereka kareba mereka menjadi konformis dengan bangsa-bangsa lain.
Terkadang untuk menjadi berkat, kita harus menjadi berbeda dengan dunia. Ketika dunia menormalisasikan kejahatan dan pelanggaran, orang Kristen diminta untuk selalu taat dengan firman Tuhan. Tuhan memanggil kita untuk menjadi terang di dunia, bukan menjadi sama dengan dunia. Meskipun kita terkadang merasa terasingkan, tetapi kebenaran tetaplah kebenaran. Jangan sampai semangat kita terkikis oleh karena tradisi mayoritas, Jadilah teladan di tengah masyarakat untuk menunjukan kebenaran. Dengan demikian kita bisa menjadi berkat bagi banyak bangsa dan Injil diberitakan kemanapun kita pergi melalui perkataan dan perbuatan.
Kiranya Tuhan menolong kita semua, Amin.
Pokok Doa:
1. Berdoa untuk Digital Ministry GKI Coyudan agar dapat memperlengkapi setiap anggota jemaat dari segi spiritualitas maupun pengajaran
2. Berdoa untuk saudra-saudara yang masih kesulitan untuk beribadah karena tindakan intoleransi masyarakat
3. Berdoa untuk pergumulan anggota jemaat yang sedang sakit dan mengalami kesulitan
Reggy Leo