TIDAK AKAN BERANJAK, TIDAK AKAN BERGOYANG

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Rabu, 3 Desember 2025


Bacaan : Yesaya 54:10

Tidak Akan Beranjak, dan Tidak Akan Bergoyang


Bacaan Yesaya 54 ini berisikan pesan penghiburan dan pengharapan Tuhan kepada bangsa Israel yang sedang berada dalam pembuangan di Babel. Umat Tuhan sedang hancur hatinya, merasa terbuang, dan ditinggalkan Tuhan sehingga dibiarkan di tanah Babel puluhan tahun lamanya (kira-kira 70 tahun) .


Penghiburan itu ditegaskan dengan gambaran bahwa sekalipun gunung dapat beranjak dan bukit bergoyang, tetapi kasih setia Tuhan akan tetap bertahan dan akan menolong umat-Nya. Sekalipun berkesan bahwa Tuhan tidak bersegera menolong, tetapi hal itu bukan berarti bahwa Tuhan tidak lagi mengasihi umat-Nya.


Demikian halnya dalam kehidupan kita di masa kini. Terkadang memang kita harus melalui masa-masa yang berat, dan hidup terkadang seolah digoncangkan oleh persoalan yang tiada henti-hentinya. Hati manusia pun seringkali goyah dan beranjak dari kasih setia dan beralih pada kebencian, kemarahan, kekerasan hati. Bukankah gunung dan bukit lebih kokoh dan tidak mudah digoncangkan atau beranjak dari tempatnya ?! 


Tetapi, sekalipun hati manusia lemah dalam kasih setia dan rapuh dalam pendamaian, kasih setia dan perjanjian damai Tuhan tidak pernah beranjak. Kasih setia digunakan kata “kḥesed” yang berarti : kasih yang teguh, tidak berubah, tidak mood-moodan, dan tidak tergantung perilaku manusia.


Perjanjian damai yang tidak bergoyang memiliki arti bahwa Tuhan bukan hanya mencintai kita, tetapi Ia mengikat janji untuk memulihkan, menyertai, dan memberi damai, baik ketika kita berada di tengah badai. Tuhan kita adalah pribadi yang mau memulihkan. 


Ayat ini ditutup dengan kalimat, ”... firman TUHAN, yang mengasihani engkau” , yang berarti bahwa dasar dari semua tindakan Tuhan semata-mata adalah karena DIA mengasihani kita.


Jadi jika hari ini, mungkin gunung hidup kita goyah : kesehatan, ekonomi, relasi, pelayanan, dan masa depan yang tidak jelas, firman Tuhan mau katakan kepada kita bahwa kasih setia Tuhan tetap ada bagi kita. 


Kasih setia Tuhan itu tidak goyah karena kekurangan dan kelemahan kita atau karena kegagalan dan kesalahan kita. Penderitaan yang kita alami tidak menandakan bahwa Tuhan meninggalkan kita, tetapi percayalah kepada kasih setia Tuhan yang tidak berpindah dengan cara tetap berpegang/melakukan/menghidupi setiap kebenaran firman Tuhan. Amin.


Pokok Doa :

1. Untuk pemulihan relasi bagi keluarga yang mengalami keretakan. 

2. Untuk keteguhan hati berharap dan berpegang pada Tuhan bagi mereka yang dalam pergumulan berat.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.