TIAP JAM DIHIBUR HATIKU
Yesaya 40:1-3
Hampir dari kita mungkin tidak banyak mengetahui siapa Carolina Sandell, walaupun hasil karyanya sering kita nyanyikan bersama yakni lagu Kekuatan Serta Penghiburan. Ia adalah anak seorang pendeta yang pernah mengalami kelumpuhan saat usia 12 tahun dan disaat para dokter menyerah untuk memulihkannya, justru keteguhannya bersama orang tuanya yang meyakini bahwa Allah dapat menyembuhkannya. Kenyataannya, Carolina sembuh dan membuat imannya bertumbuh ketika mengalami banyak pergumulan, termasuk ketika sang ayah meninggal akibat tenggelam di kapal yang ditumpanginya. Kehilangan ayahnya menjadi pukulan berat bagi Carolina namun di saat itu ia merasakan Tuhan yang hadir dalam setiap waktu dengan menghiburkan, menguatkan dan menopangnya. Maka lirik lagu itu dapat kita hayati makna penghiburan yang dalam
- <!-- [if !supportLists]--><!--[endif]--> Kekuatan serta penghiburan
diberikan Tuhan padaku.
Tiap hari aku dibimbingNya;
tiap jam dihibur hatiku.
Dan sesuai dengan hikmat Tuhan
‘ku di b’rikan apa yang perlu.
Suka dan derita bergantian
memperkuat imanku. -
<!-- [if !supportLists]--> Tiap hari Tuhan besertaku,
diberi rahmatNya tiap jam.
DiangkatNya bila aku jatuh,
dihalau Nya musuhku kejam.
Yang namaNya Raja Maha Kuasa,
Bapa yang kekal dan abadi,
mengimbangi duka dengan suka
dan menghibur yang sedih
Yesaya 40:1-3 memberikan upaya “penghiburan” kepada umat Israel untuk memulihkan harapan mereka tentang keselamatan yang datang dari TUHAN. Ini merupakan suara yang didengungkan kepada umat Israel agar mereka tidak terpuruk dengan trauma penindasan yang dialami selama masa pembuangan di Babilonia, dan perlu meyakinkan diri bahwa TUHAN akan menolong mereka. Kehadiran TUHAN yang menyelamatkan adalah seruan janji kepastian kepada Israel kala itu, bahwa Ia akan hadir.
Menghayati adven kedua ini, kita diajak untuk meyakinkan diri bahwa Allah yang hadir akan menghibur dan menolong. Ia yang hadir menghibur di tiap detik dan menit hidup kita. Maka tugas kita adalah meyakinkan diri serta menata hidup untuk tetap teguh taat pada penyerahan diri kepada Dia. Seraya kita meneguhkan diri dalam doa seperti lagu ciptaan Carolina Sandell, bahwa tiap hari dibimbingNya, tiap jam dihibur dan diangkatnya bila jatuh.
(Sdri. Askaria Tiaristhy Rantung)