YESUS SANG IMAM YANG MULIA

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Kamis, 11 Juni 2026

Bacaan: Ibrani 3:1-6


Yesus Sang Imam yang Mulia


Pernahkah anda merasa tidak nyaman ketika harus mengganti barang yang sudah sering anda gunakan? Mungkin itu adalah barang berharga, atau barang favorit, dan mungkin punya sejarah dibaliknya. Rasanya pasti tidak nyaman, ketika kita harus mengganti barang tersebut. Atau mungkin kita tidak terbiasa sehingga bahkan mungkin kita akan membandingkan barang kita sebelumnya dan bahkan kembali menggunakan barang lama kita. Demikianlah jemaat dalam surat Ibrani yang kita baca hari ini.


Penulis surat Ibrani memberikan nasehat kepada jemaat untuk percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Tetapi tidak semudah itu menjelaskan kepada jemaat yang adalah orang-orang Yahudi. Mereka memiliki sejarah tentang Tuhan dan para nabinya yang diceritakan turun temurun, seolah menjadi sebuah identitas bagi mereka. Hal itu tidaklah mudah untuk kemudian membuat mereka percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Bahkan dalam konteks jemaat dalam surat ini, kemungkinan besar mereka sudah percaya kepada Kristus, tetapi belum semua dan bahkan masih ada keraguan.


Maka dari itu, penulis surat Ibrani menggunakan penggambaran yang dapat dimengerti oleh orang-orang Yahudi. Jika di awal penulis menjelaskan bahwa Yesus tidak lebih rendah dari malaikat-malaikat, sekarang ia menjelaskan bahwa Yesus lebih tinggi dari Musa. Mengapa demikian? Musa adalah sosok nabi, pemimpin, bapa rohani bagi orang Yahudi. Sehingga ini akan membuat mereka dapat melihat setinggi apa kedudukan Yesus. Selain itu penulis juga memperkenalkan Yesus sebagai Imam Besar.


Dalam ritual-ritual ibadah orang Yahudi mereka sangat membutuhkan Imam untuk melakukan praktik penyembahan mereka, dan juga dalam membakar korban bakaran. Dalam surat Ibrani penulis juga menggambarkan bahwa Yesus adalah seorang Imam Besar yang Mulia, sebab Ia tidak hanya mengorbankan darah binatang, melainkan darah-Nya sendiri. Hal itu dilakukan bukan hanya untuk menghapus dosa satu orang, melainkan sekali untuk selamanya Ia menghapus dosa dunia. Itulah mengapa penulis mengatakan bahwa Yesus adalah seorang Imam Besar untuk menunjukkan apa yang Ia kerjakan. Menariknya, bahkan tindakan yang sudah dilakukan bertahun-tahun sejak jaman Perjanjian Lama mengarah pada satu sosok yaitu Yesus Kristus. Tindakan Iman dalam melakukan pembakaran korban sebagai penebusan dosa adalah sebuah gambaran tentang Yesus yang menghapus dosa dunia. 


Lebih lagi penulis melanjutkan dan berkata Musa memang setia sebagai nabi untuk menyampaikan pesan Allah kepada umat-Nya. Tetapi Yesus bukan hanya penyampai pesan Allah, Ia adalah pemilik rumah. Ia bukan suara yang mengundang manusia untuk datang pada Tuhan, Ia adalah suara Tuhan tersebut. Dan rumah itu adalah setiap kita yang percaya kepada-Nya. Dengan demikian Yesus Kristus adalah pemilik kita yang percaya kepada-Nya.


Percayalah kepada Yesus sebagai Tuhan. Dia bukan sekadar nabi, atau utusan biasa. Dia bukan hanya guru moral yang baik. Dia adalah Tuhan yang berkuasa dan juga sangat mengasihi setiap kita. Dia bukanlah imam besar yang menggunakan darah binatang untuk menghapus dosa kita, Ia gunakan darah-Nya sendiri untuk menebus dosa setiap kita. Dialah Imam yang Mulia, yang menebus dan menjadi pemilik kita. Jangan ragu kepada-Nya, teruslah berjalan bersama dengan Tuhan dalam hidup kita. Sekalipun jalan kita tidak menentu, Ia tetaplah Tuhan yang memiliki kita. Bahkan saat kita tidak sanggup menggenggam tangan-Nya, Sang Pemilik itu akan tetap memegang tangan kita dengan teguh.


Pokok doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan

2. Rangkaian kegiatan bulan Misi

3. Persiapan retret remaja pemuda

4. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.