MENANTI YANG TIDAK PASTI
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Sabtu, 13 Juni 2026
MENANTI YANG TIDAK PASTI
Kejadian 21:5
"Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya. "
Paulo Coelho, seorang novelis, menulis "Menunggu terasa menyakitkan, melupakan juga terasa menyakitkan. Tetapi tidak tahu harus bebuat apa adalah penderitaan yang paling menyakitkan" Berada di posisi menunggu suatu hal yang tidak pasti dan tidak bisa berbuat apa-apa adalah posisi yang tidak nyaman. Banyak kemungkinan yang muncul di kepala kita, terkadang kita berharap yang terbaik, tetapi kita takut kecewa. Terkadang kita menurunkan harapan kita agar tidak kecewa, tetapi jauh di dalam hati kita tahu kalau bukan itu yang kita harapkan. Posisi tersebutlah yang pernah dialami oleh Sara.
Meskipun Sara juga ambil bagian menerima janji Allah untuk mendapatkan keturunan, tetapi Sara harus menunggu waktu yang ia sendiri tidak tahu. Dalam masa penantiannya ia pernah mengambil keputusan yang salah dengan menyuruh suaminya tidur dengan hambanya. Dalam masa penantiannya, ia tertawa ketika sekali lagi mendengar Allah menegaskan janji-Nya soal keturunan. Tawa Sara bukan lah sekedar tawa ketidakpercayaan, tetapi juga tawa kekecewaan karena ia menunggu hal yang tidak mungkin terjadi dan semakin lama waktu berjalan, ia akan semakin tua dan semakin tidak mungkin lagi ia memberikan keturunan.
Tetapi ketika ia merasa tidak ada harapan dan janji Allah dianggap hanyalah sekedar basa-basi, waktu yang telah ditetapkan tiba. Ia melahirkan Ishak, anak yang dijanjikan oleh Allah sendiri. Meskipun Sara sudah mendengar janji Allah, tetapi Ishak tetaplah sebuah kejutan, karena ia lahir di tengah penantian panjang dan di tengah ketidakmungkinan. Allah terus memperhatikan Sara dan menepati janji-Nya.
Bisa jadi kita juga sedang menunggu dan hal yang kita tunggu adalah hal yang sangat kecil kemungkinannya terjadi. Tetapi Allah memiliki waktu sendiri, hal yang tidak mungkin terjadi suatu saat bisa terjadi. Tetapi hal yang lebih penting dari itu adalah Allah selalu memperhatikan kita dan memahami perasaan kita di masa penantian tersebut. Terkadang Allah memiliki rencana yang tidak kita pahami, kalaupun apa yang kita nantikan tidak terjadi, tetaplah berharap pada Allah yang akan memberikan hal-hal baik di masa depan. Ia selalu punya kejutan baik, meskipun seringkali tidak sesuai dengan yang kita harapkan, Ia akan memberikan yang terbaik sesuai dengan kehendak-Nya.
Pokok dosa:
Berdoa agar pelayanan digital dapat menjangkau dan memperlengkapi umat Tuhan dimanapun berada.
Reggy Leo