CURAHKANLAH ISI HATIMU
Renungan Harian GKI Coyudan Solo
Senin, 15 Juni 2026
Mazmur 62:9
Curahkanlah Isi Hatimu
Banyak orang diajarkan untuk kuat – tidak salah – tetapi persoalannya apakah orang kuat itu tidak boleh menangis ? dan apakah orang yang menangis itu orang yang lemah ?! Dalam budaya kita sering diajarkan : Jangan menangis ! Jangan kuatir ! Jangan mengeluh ! Jangan membuat orang lain khawatir ! Akibatnya, kita menyimpan semua perasaan negatif itu sendirian.
Padahal dalam hati ada yang menyimpan rasa marah karena diperlakukan tidak adil. Ada yang menyimpan rasa kecewa karena merasa ditipu oleh orang yang dipercaya. Ada yang menyimpan rasa malu karena gagal memenuhi harapan keluarga. Ada yang menyimpan rasa takut menghadapi masa depan, bahkan ada yang menyimpan penyesalan karena keputusan yang pernah diambil.
Perasaan yang dipendam begitu dalam dan terlalu lama dibiarkan di sana justru sesungguhnya menjadi beban yang pada waktunya akan meledak ketika tidak lagi tertahankan. Bisa muncul dalam bentuk emosi yang meluap, atau tubuh yang menjadi mudah lemah dan lelah, pikiran terus berputar, tidur terganggu, hati menjadi sensitif, dan harapan perlahan memudar; seolah berada di dalam sumur yang sempit, gelap dan dalam.
Firman Tuhan hari ini tidak mengatakan, "Sembunyikanlah isi hatimu.", tetapi justru berkata, "Curahkanlah isi hatimu di hadapan-Ku.". Ini berarti bahwa Tuhan sanggup menerima seluruh emosi manusia, Tuhan bersedia untuk memahami dan mengerti beban hati kita.
Karena itu, jika kita seringkali berpikir bahwa doa kita kepada Tuhan itu harus berisi kata-kata yang indah, positif dan optimis, pertanyaannya : apakah Tuhan tidak tahu isi hati kita yang sesungguhnya sedang hadapi ?! Karena bisa jadi doa yang paling jujur keluar dari dalam hati kita adalah :
• "Tuhan, saya lelah."
• "Tuhan, saya kecewa."
• "Tuhan, saya takut."
• "Tuhan, saya tidak mengerti mengapa ini terjadi."
• ”Tuhan, saya marah !”.
Melalui Mazmur 62:9 Daud mengajak kita :
1. Jujurlah kepada Tuhan; sampaikan isi hati apa adanya, jangan memendam beban di hadapan Tuhan ! Kita diijinkan untuk jujur sepenuhnya di hadapan Tuhan, termasuk membawa segala keluh kesah, kekecewaan, ketakutan, bahkan air mata kita. Tuhan tidak akan menghakimi kejujuran kita, melainkan menyambut Anda.
2. Tuhan Allah adalah tempat yang aman bagi kita mencurahkan isi hati – Tuhan Yesus berkata, ”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu ...”. – Tuhan tidak menolak beban hati yang Saudara bawa kepada-Nya, dan penerimaan itulah yang akan memberikan kelegaan bagi setiap kita.
Jadi, kalau mungkin hari ini masalah kita belum selesai, masih harus menghadapi pergumulan-pergumulan ke depannya, tetaplah bawa hati yang penuh beban itu kepada Tuhan, sehingga kita tidak lagi memikulnya sendirian. Tuhan menjadi tempat aman bagi hati yang terluka, dan DIA akan meringankan beban hati kita.
Karena itu, saat ini tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan Tuhan. Datanglah dan curahkanlah isi hatimu kepada-Nya. Sebab Tuhan bukan hanya Juru Selamat jiwa kita, tetapi juga Sahabat yang mendengarkan isi hati kita yang terdalam.
Pokok Doa :
1. Untuk pertumbuhan iman anggota-anggota jemaat GKI Coyudan Solo.
2. Untuk perkembangan pelayanan Pos Kebaktian Baturan Indah, Pos Jemaat Joyotakan dan Pos Jemaat Solo Baru.
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi