TANDA PERINGATAN
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Kamis, 27 Maret 2025
TANDA PERINGATAN
Yosua 4:1-11
”Apa arti batu-batu itu bagi kamu?, kamu harus menjawab bahwa ketika Tabut Perjanjian Tuhan diseberangkan di Sungai Yordan, air sungai itu terputus di depan tabut itu. Sebab itu, batu-batu itu akan menjadi tanda peringatan bagi orang Israel untuk selama-lamanya.” (ay.6, 7)
Pada saat keluar kota atau keluar negeri, biasanya orang membawa oleh-oleh. Kadang oleh-oleh yang dibawa berupa barang khas dari daerah yang dikunjungi. Barang itu akan sangat berharga jika diperoleh dengan penuh perjuangan. Sehingga, saat melihat barang itu, pikiran kita langsung melayang ke tempat asal barang tersebut.
Orang-orang Israel saat dalam perjalanan panjang dari tanah perbudakan di Mesir menuju tanah perjanjian di Kanaan, menghadapi banyak tantangan dan perjuangan. Mereka harus berhadapan dengan faktor alam, dan juga tantangan iman. Iman mereka diuji apakah tetap setia dan taat kepada Tuhan, atau justru memberontak terhadap Allah.
Namun, mereka juga menyaksikan banyak mujizat dari Tuhan, sebagai bentuk kepedulian Tuhan terhadap kehidupan bangsa tersebut.
Dalam perikop kali ini, orang-orang Israel yang dipimpin Yosua, karena Musa sudah mati, mulai memasuki tanah Kanaan. Mereka harus menyeberangi Sungai Yordan, dan di sinilah Allah menunjukkan kuasa-Nya dengan membuat Sungai Yordan terputus sehingga orang-orang Israel dapat menyeberangi sungai yang sudah mengering tersebut.
Tuhan memerintahkan Yosua untuk mengambil 12 batu dari tengah Sungai Yordan untuk dibawa ke seberang. Batu-batu itulah yang menjadi tanda peringatan, bagaimana Allah menuntun bangsa itu menyeberangi Sungar Yordan menuju tanah perjanjian.
Dalam kehidupan ini kita juga kadang menyimpan barang atau kenangan yang mengingatkan kita pada kejadian masa lalu. Ada orang yang menyimpan kenangan tersebut dalam bentuk tulisan, atau menyimpan barang yang ada pada saat peristiwa kenangan itu terjadi.
Salah satu hal kenangan atau tanda peringatan yang baik adalah saat bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Mungkin kita punya ayat yang menyentuh hati saat percaya Tuhan Yesus, dan ayat itu kita hapalkan. Saat membaca ayat itu, , kita diingatkan bagaimana kita sebagai orang berdosa yang seharusnya menerima hukuman maut, namun diselamatkan melalui pengurbanan Yesus Kristus di kayu salib.
Atau kita punya kenangan saat pemberkatan nikah melalui foto-foto atau video rekaman. Kia menjadi ingat masa-masa indah bersama pasangan sehingga harus membentuk keluarga yang berkenan di hadapan Tuhan, keluarga yang diberkati Tuhan.
Marilah kita kembali melihat tanda-tanda peringatan atau kenangan dalam hidup kita, melihat kembali bagaimana Tuhan hadir dalam kehidupan kita, menolong, menuntun, memelihara, dan memberkati hidup kita. Dengan demikian kita akan hidup dalam rasa syukur, dan hidup dalam perkenan Allah. Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Keamanan dan ketertiban menjelang Lebaran.
2. Karyawan kantor gereja, TPG/pengerja, dan pendeta.
3. Seluruh pelayan di GKI Coyudan.
Sujud Swastoko