TAKUT AKAN ALLAH = MENJAUHI DOSA
KELUARAN 20:1-21
Bacaan kita hari ini dilatarbelakangi oleh peristiwa perjumpaan Tuhan dengan bangsa Israel di gunung Sinai. Allah memberikan sepuluh perintah-Nya untuk menjadi perjanjian bagi bangsa Israel. Namun bacaan kita menceritakan bahwa segala perkataan Allah kepada Musa itu didengar oleh bangsa Israel sebagai suara guntur yang gemuruh, kilat yang menyambar, seperti bunyi sangkakala dan gunung yang berasap.
Peristiwa ini mendatangkan kegentaran dan ketakutan yang amat sangat bagi umat Israel, mereka meminta agar Musa saja yang menjadi perantara antara umat dengan Tuhan Allah Israel yang begitu dahsyat. Namun Musa dalam perkenanan Tuhan dapat memiliki keberanian untuk datang dekat pada Allah dan berbicara dengan Allah sebagaimana dua pribadi yang berhadapan dan berbincang.
Dari peristiwa ini firman Tuhan mau katakan bahwa seringkali ketertundukan manusia itu hanya karena perasaan takut, seperti yang dimiliki oleh umat Israel. Mereka takut kepada Allah, tetapi di sisi lain mereka tetap memberontak kepada perintah Allah setiap kali keinginan mereka tidak terpenuhi. Perasaan takut membuat umat Israel justru menjauh dari kehadiran Allah, tetapi sebaliknya Musa yang mengetahui cinta kasih Allah sehingga berkenan menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan, ia tidak mengalami ketakutan seperti bangsanya, tetapi justru dengan keteguhan hati mendekat kepada Allah yang berada di dalam ”embun yang kelam” yang menutupi kehadiran Allah yang kudus.
Takut akan Allah yang sesungguhnya bukanlah perasaan ketakutan karena kuasa Allah yang dapat membunuh, melainkan perasaan tidak ingin mengecewakan dan menyia-nyiakan cinta Allah ! Karena setiap orang yang sejatinya sungguh-sungguh hidup takut akan Allah, adalah mereka yang menjauhi dan tidak mau hidup di dalam dosa. Demikian kata Musa kepada bangsa Israel, di satu sisi ia mengatakan, ”Janganlah takut", tetapi di sisi lain dikatakannya pula, ”supaya takut akan Dia (Allah) ada padamu”.
Karena itu, janganlah kita hanya takut akan kedahsyatan murka Allah, tetapi milikilah hati yang ”takut akan Allah” dengan melihat kebesaran kasih Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus sehingga kita hidup sebagai umat yang taat pada kehendak Allah dan menjauhi dosa. Amin.
Pokok Doa :
1. Untuk persiapan dan pelaksanaan para pelayan Kebaktian Pentakosta (PNJ, pemusik, cantoria, multimedia, sound, pengkhotbah, dan penatua).
2. Untuk kesatuan hati jemaat GKI Coyudan Solo (Pos Kebaktian Baturan Indah, Pos Jemaat Solo Baru dan Pos Jemaat Joyotakan).