TAAT DAN TUNDUK

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Senin, 22 Juli 2024


Ibrani 13:17-18

Taat dan Tunduk


Taat kepada pemimpin adalah salah satu pandangan yang seringkali menjadi perdebatan di masa kini. Kenapa ? Karena di zaman sekarang ini tidak sedikit pemimpin-pemimpin yang hidupnya tidak benar dan hanya mementingkan diri sendiri. Hal ini menimbulkan pertanyaan dalam hati orang, ”Masih perlukah kita hidup taat kepada pemimpin ? Karena hidup mereka sendiri belum tentu benar ! bahkan tidak sedikit yang hanya mementingkan diri sendiri”.


Bacaan surat Ibrani ini tentu memiliki latar belakang yang unik, sehingga penulis surat Ibrani memberikan pesan kepada jemaat yang adalah orang-orang Ibrani, yaitu orang Yahudi Kristen yang terbiasa hidup dengan hukum Taurat. Di satu sisi, mereka menghadapi aniaya, pengajar yang sesat dan pemerintah Roma yang terus menekan kehidupan Kekristenan mula-mula. Sedangkan di sisi lain mulai muncul banyak pemimpin-pemimpin rohani baru yang mengajar dengan tidak menekankan dan tidak menguasai pengajaran tentang hukum Taurat (sebagaimana yang orang-orang Ibrani pegang teguh pada saat menganut Yudaisme). Hal inilah yang kemudian menimbulkan ketidak percayaan orang-orang Kristen Yahudi pada para pemimpin yang masih baru dan para pemimpin yang bukan berlatar belakang sebagai orang Yahudi.


Karena itulah penulis surat Ibrani merasa perlu untuk mengajarkan - salah satunya - tentang ketaatan dan ketertundukan umat kepada pemimpin rohani yang sungguh-sungguh berjaga-jaga atas jiwa umat; melalui pengajaran dan doa. Jika umat tidak dapat taat dan tunduk kepada mereka yang sungguh-sungguh melayani Tuhan dan jemaat, hal itu tidak akan mendatangkan keuntungan apa-apa bagi umat. Jika umat terus menerus melawan dan bahkan mengadakan permusuhan hal itu bisa mematahkan semangat dan ketulusan para pelayan Tuhan yang baru.


Di sisi lain bagi para pemimpin rohani juga ditekankan – secara implisit – agar hidup sungguh-sungguh dalam panggilan pelayanannya; yaitu untuk menjaga kawanan domba Allah agar tetap berada di jalan yang benar, yaitu dalam keteladanan hidup Tuhan Yesus Kristus; dalam kasih dan pengampunan. 


Lalu bagaimana jika kita menjumpai seorang pemimpin yang hidupnya tidak benar ? 

1. Tuhan Yesus pernah berkata kepada para murid-Nya, ”Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (Matius  23:3). 


2. Penulis surat Ibrani mengatakan agar umat terus berdoa untuk para pemimpin yang bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menjaga jiwa umat Tuhan.


Karena itu bicara tentang ketaatan dan ketertundukan merupakan dua sisi yang penting untuk diperhatikan oleh umat dan oleh para pemimpin umat; yaitu :

1. Bagi umat : hiduplah taat dan tunduk kepada ajaran para pemimpin yang lurus dan tulus hati menjaga jiwa umat Tuhan (kawanan domba Allah).

2. Bagi pemimpin : hiduplah taat dan tunduk kepada Tuhan Yesus dalam kasih dan pengampunan serta ajaran yang sehat.


Pokok Doa :

1. Untuk pertumbuhan spiritual anak-anak di dalam Tuhan Yesus.

2. Untuk ketabahan, ketekunan dan kesungguhan para pelayan Tuhan di Komisi Anak (agar Tuhan terus menambahkan sukacita dan hikmat bagi para guru Sekolah Minggu).


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.