SUKACITA: MENGENAL YESUS DALAM PENDERITAANNYA
Renungan Warta 6 April 2025 SUKACITA: MENGENAL YESUS DALAM PENDERITAANNYA FILIPI 3: 10-14
Pernahkah kita bertanya: apakah sesungguhnya sukacita orang-orang yang hidupnya mengalami pemulihan? Sebab tidak sedikit orang salah memahami makna hidup yang dipulihkan Tuhan itu seolah hanya sebatas “berbagai berkat dan keuntungan” yang didapatkan ketika menjadi percaya kepada Tuhan; pulih dari sakit, segala usahanya dilancarkan, hidup tanpa persoalan, dan sebagainya.
Namun rasul Paulus mencatatkan dalam bacaan Filipi 3: 10-14, bahwa sesungguhnya orang-orang yang mengalami pemulihan adalah orang-orang yang sukacitanya bukan lagi tentang hal-hal duniawi, tetapi ketika ia dapat semakin mengenal Yesus secara pribadi. Pengenalan akan:
Isi hati Yesus: bahwa kasih-Nya melampaui dosa-dosa manusia.
Kuasa kebangkitan Yesus: menaklukan kuasa dosa dan mengubahkan setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Persekutuan dalam penderitaan Yesus: bahwa penderitaan oleh karena Kristus adalah sebuah kehormatan dan bukan bencana atau nasib buruk. Sebab Kristus sendiri mengalami penderitaan dan mati, tetapi bangkit pada hari yang ke-3.
Keserupaan dalam kematian Yesus: yang matinya sambil menyampaikan pengampunan dosa manusia, dan penyerahan diri kepada kehendak Bapa.
Pengenalan itu semata-mata adalah sebuah anugerah Allah yang sudah dinyatakan dalam karya, kematian dan kebangkitan Yesus. Namun di sisi lain, panggilan sorgawi untuk hidup di dalam Kristus Yesus adalah sebuah hadiah yang harus terus ”dikejar”, artinya adalah melihat itu sebagai kesempatan emas karena anugerah dan diupayakan dengan segenap kehidupan kita.
Dengan demikian kita tahu bahwa semakin kita mengenal Kristus dalam penderitaan-Nya, semakin kita mengenal isi hati-Nya, dan semakin kita kagum akan kuasa kebangkitan-Nya. Karena itu, hiduplah di dalam Kristus, dalam kematian kedagingan kita untuk kehidupan roh kita.
Selamat mengenal DIA lebih dalam lagi, dalam penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya. Amin.
(Ibu Veronica Decy Yuliana)