SUKACITA MELALUI PENDERITAAN
Kisah Para Rasul 8:1-8
Mungkin istilah "semakin dibabat, semakin merambat" cukup baik menggambarkan iman Kristen. Karena pada kenyataannya demikianlah iman Kristen itu, bahkan pada awal mula kekristenan itu berkembang. Kekristenan tidak lepas dari yang namanya penindasan, diskriminasi, dan juga penderitaan. Bahkan Yesus sendiri pernah memperingatkan bahwa akan ada penganiayaan karena nama-Nya. Namun apakah karena penindasan dan penganiayaan kekristenan berakhir? Kekristenan justru semakin berkembang hingga hari ini.
Rasanya tidak cukup jika hanya penganiayaan yang diberikan kepada orang-orang Kristen. Sebab, kematian adalah keuntungan, kata rasul Paulus, karena dengan demikian kita dapat semakin cepat menyongsong pertemuan kita dengan Tuhan dalam kekekalan. Tetapi kehidupan juga bukanlah hal yang dapat di sia-siakan. Sekali lagi meminjam istilah rasul Paulus yaitu bahwa kehidupan adalah waktu untuk memberi buah. Dengan pemahaman inilah orang Kristen seharusnya menjalani kehidupannya, sehingga bahkan ketika "dibabat" justru "semakin merambat." Lebih lagi satu hal yang tentunya menjadi dasar bagi kehidupan orang Kristen adalah pengharapan akan janji keselamatan dalam nama Tuhan Yesus. Hal ini yang kemudian melahirkan sebuah kekuatan bagi orang Kristen dalam menjalani penderitaan dan penganiayaan yang ada.
Setelah Stefanus bersaksi tentang sang Mesias atau Juruselamat itu, ia pun di tangkap dan dihakimi, hingga akhirnya dibunuh. Semenjak saat itu juga penyiksaan dan penganiayaan semakin masif terjadi (ay. 1b). Paulus yang dulu bernama Saulus itu menangkap dan memenjarakan banyak orang Kristen (ay. 3). Kebencian terhadap kekristenan itu seolah-olah tidak dapat ditahan lagi, dan dengan berbagai cara yang bahkan sampai kepada pembunuhan dilakukan oleh orang-orang Yahudi pada waktu itu dengan harapan dapat menuntaskan orang-orang Kristen. Tetapi justru kekristenan semakin menyebar dan rasul-rasul yang tersebar itu membawa Injil ke seluruh negeri (ay. 4).
Filipus menjadi salah satu rasul yang membawa Injil ke Samaria, tempat yang ditolak oleh orang-orang Yahudi. Di sana ia membuat mukjizat, penyembuhan, dan pengusiran roh jahat sehingga semakin banyak orang yang percaya dan mengikut Yesus. Dan catatan Alkitab menulis bahwa dengan Injil Kristus dan kabar tentang Mesias yang dibawa oleh Filipus itu membuat kota itu sangat bersukacita (ay. 8). Hal ini menunjukkan bahwa sekalipun kekristenan harus terus menderita tetapi sukacita itu terus ada karena pengharapan dalam Kristus yang tidak akan pernah hilang.
Yesus telah memberitahukan bahwa akan ada penganiayaan karena nama-Nya. Hal ini menjadi satu tanda bahwa mengikut dan percaya Yesus bukanlah satu hal yang mudah untuk dilakukan. Tetapi bagi setiap kita yang sungguh-sungguh percaya, kita juga memiliki iman yang pasti karena pengharapan kita dalam Kristus tidak akan pernah hilang. Kita tahu bahwa pada akhirnya semua orang yang tetap setia akan memperoleh hidup kekal bersama-Nya. Dengan pengharapan ini jugalah kiranya kehidupan kita terus dipenuhi oleh sukacita.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan panitia Youth Creative Zone pada bulan Juni
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen