SUDAHKAH MEMOHON HIKMAT-NYA?

  •  Rizki Listya Survinda
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Senin, 3 Februari 2025


Sudahkah Memohon Hikmat-Nya?

Yakobus 1:5 "Namun, apabila di antara kamu ada yang kurang berhikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati tanpa mencela, maka hal itu akan diberikan kepadanya."


Kehidupan sering kali menghadapkan kita pada situasi yang membingungkan, di mana kita tidak tahu harus berbuat apa. Ada masanya kita diperhadapkan dengan keputusan-keputusan yang sulit, tantangan yang tampaknya tidak teratasi, dan ketidakpastian masa depan yang kemudian bisa membuat kita merasa lemah dan ragu. Namun, Firman Tuhan dalam Yakobus 1:5 memberi kita penghiburan dan harapan: jika kita kekurangan hikmat, kita hanya perlu memintanya kepada Allah. Sebab Dia adalah sumber segala hikmat dan memberikannya dengan murah hati tanpa menghakimi atau mempermalukan kita.

Sering kali, kita terjebak dalam upaya mengandalkan pemahaman kita sendiri, merasa cukup dengan pengalaman dan akal budi kita sendiri. Namun, Firman Tuhan mengingatkan bahwa hikmat sejati berasal dari Tuhan. Hanya dengan hikmat-Nya, kita dapat membedakan mana yang perlu kita terima dengan ketenangan, mana yang perlu kita ubah dengan keberanian, dan bagaimana memahami perbedaannya.


Kutipan doa dari Reinhold Niebuhr yang dikenal sebagai "Serenity Prayer" menjadi ilustrasi yang indah untuk ayat ini:

"Tuhan, berilah aku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak dapat ku ubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat ku ubah, dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya."

Doa ini mengajarkan keseimbangan dalam kehidupan kita, bahwa ada hal-hal yang memang di luar kendali kita, dan Tuhan ingin kita perlu menerimanya dengan tenang dan damai. Namun, ada juga hal-hal yang Tuhan ingin kita ubah, dan untuk itu kita membutuhkan keberanian. Hikmat dari Tuhanlah yang memungkinkan kita mengetahui kapan harus menerima dan kapan harus bertindak. Oleh sebab itu, hari ini kita diingatkan untuk selalu meminta hikmat kepada Tuhan dalam setiap keputusan dan pergumulan kita. Dengan begitu, kita dapat menjalani hidup dengan ketenangan, keberanian, dan kebijaksanaan yang berasal dari-Nya.


Doa:

Bapa yang bertahta dalam Surga, Sang Sumber Hikmat yang Sejati, kami datang kepada-Mu dengan hati yang rendah, mengakui bahwa kami seringkali kekurangan hikmat. Kiranya berilah kami hikmat-Mu untuk menghadapi setiap tantangan dalam hidup kami. Ajarlah kami untuk menerima dengan tenang hal-hal yang tidak bisa kami ubah, beri kami keberanian untuk mengubah apa yang bisa kami ubah, serta hikmat untuk membedakan keduanya. Kami percaya bahwa Engkau memberikannya dengan murah hati kepada siapa pun yang memintanya dengan kesungguhan iman. Terima kasih ya Bapa, demi Kristus kami memohon. Amin.


Rizki Listya Survinda

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.