TENANG DAN BERHARAPLAH #2

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

RENUNGAN HARIAN 

GKI COYUDAN 

RABU 27 MEI 2026


TENANG DAN BERHARAPLAH 

Mazmur 131:1-3 (BIMK)  Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak angkuh, dan tidak sombong. Aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau yang terlalu sulit bagiku. 

Sesungguhnya, hatiku tenang dan tentram; seperti bayi yang habis menyusu, berbaring tenang di pangkuan ibunya, setenang itulah hatiku. 

Berharaplah kepada TUHAN, hai umat-Nya, sekarang dan selama-lamanya. 


Di dunia yang penuh dengan kegelisahan seperti saat ini, ketenangan begitu di dambakan. Ketenangan adalah salah satu kunci dalam menjalani kehidupan yanh serba cepat, penuh persaingan dan tuntutan. Dalam mazmur 131, kita membaca soal ketenangan yang didentikkan dengan ketenangan seorang bayi yang tidur setelah ia kenyang menyusu pada ibunya. Gambaran ini mau mengatakan bahwa bagaikan seorang bayi yang begitu aman dan nyaman dekat ibunya itulah perasaan umat beriman. Bagaikan seorang bayi yang merasa kenyang karenan cukup menyusu, merasa aman dan nyaman karena ia berada di pusat ketenangan hidupnya, yaitu ibunya. Ketenangan seperti ini dirasakan oleh orang beriman karena berada dekat dekat Allah membuatnya dapat menjalani hidup apa adanya. Itulah yang dimaksudkam di ayat 1 dan 2. Dengan hidup rendah hati di hadapan Allah, apa adanya, umat akan merasakan ketenangan yang tak akan bisa dunia berikan. Dengan ketenangan yang begitu meneduhkan jiwa maka kita akan merasakan kekuatan untuk terus berharap pada masa depan kita yang berada di tanganNya. Biarlah ketenangan yang kita rasakan di dalamNya, selalu memampukan kita untuk menjalani hidup ini, seberat apapun dengan penuh pengharapan. Harapan adalah kekuatan yang kita butuhkan. 


Doa pagi: 

Ya Bapa, kiranya Dikau menjadi satu satunya Pusat ketenangan dan pengharapan dalam hidup kami. Amin 


Pdt Keshia H.S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.