HIDUP DALAM KEBENARAN
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Sabtu, 30 Mei 2026
Hidup dalam Kebenaran
Yohanes 14:15-17
”Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran.” (ay.16, 17a)
Suatu ketika, seorang staf akuntansi yang tugasnya menyusun laporan keuangan perusahaan, dia melakukan tugasnya tepat waktu dan sangat detil dengan mencatat setiap rupiah pengeluaran. Ia menganggap tugasnya sudah diselesaikan dengan sangat benar dan akurat.
Namun, rekan kerjanya di bagian operasional menganggap tindakan tersebut tidak benar dan menghambat pekerjaan. Karena laporan tersebut menuntut data-data yang sangat lengkap dan detil sehingga membuat proses pencairan dana operasional lapangan menjadi lambat. Lalu, yang benar itu seperti apa?
Banyak orang menganggap kebenaran itu relatif. Tergantung darimana sudut pandangnya. Di satu sisi memang sudah benar, tetapi di sisi lain ada anggapan bahwa itu tidak benar. Kebenaran sendiri sebenarnya tidak sepenuhnya relatif, karena ada kebenaran mutlak jika terkait fakta yang memang tidak terbantahkan, seperti api itu panas. Namun, ada juga kebenaran relatif seperti contoh kasus di atas.
Lalu, kebenaran seperti apa yang harus kita jalani dalam hidup ini? Sebagai orang percaya, maka satu-satunya kebenaran yang menjadi patokan adalah kebenaran Kristus, yaitu kebenaran yang berasal dari Allah sendiri. Dengan demikian, kalau ada orang yang mengatakan hidupnya sudah benar, harus dicocokkan dulu dengan firman Tuhan, apakah tindakan tersebut memang sebuah kebenaran?
Tuhan Yesus sendiri menuntut para murid, dan tentunya kita sebagai orang percaya, ”Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-perintah-Ku.” (ay.15). Ini berarti perintah Tuhan Yesus itulah yang menjadi kebenaran dalam hidup kita. Sebagai manusia, tentu untuk menuruti firman tersebut tidak mudah, karena kita seringkali dipengaruhi oleh akal pikiran dan keinginan daging.
Oleh karena itulah, maka Tuhan Yesus mengatakan akan memberikan Penolong, yaitu Roh Kebenaran. Roh inilah yang menuntun kita untuk hidup dalam kebenaran Kristus. Untuk hidup dalam kebenaran Kristus, tidak begitu saja bisa diterima oleh dunia, ”Dunia tidak menerima Dia, sebab dunia tidak mengenal Dia. Namun, kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan tinggal di dalam kamu.” (ay.17)
Tidak mengherankan apabila kita hidup dalam kebenaran, justru penderitaan yang kita alami. Namun, penderitaan yang diakibatkan karena melakukan kebenaran, menurut Petrus, adalah sebuah anugerah (1 Petrus 2:20). Sebagai anak-anak Allah, mari kita hidup dalam kebenaran, walaupun ada harga yang harus dibayar, yaitu dimusuhi dunia dan mengalami penderitaan. Namun yakinlah, Roh Kudus akan terus menyertai, menuntun, dan memberikan kekuatan kepada kita untuk menyelesaikan pertandingan iman dengan baik, hingga Tuhan memanggil kita. Amin.
Pokok Doa
1. Pelaksanaan Ibadah Minggu di gereja-gereja seluruh dunia.
2. Kesejahteraan dan perdamaian bagi bangsa Indonesia.
Sujud Swastoko