MAKSUD ALLAH BAGI AYUB

  •  Johanis Melsasail
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Jumat 29 Mei 2026


MAKSUD ALLAH BAGI AYUB


Ayub 40:7-9  


7. Amat-amatilah setiap orang yang congkak, tundukkanlah dia, dan hancurkanlah orang-orang fasik di tempatnya! 

8. Pendamlah mereka bersama-sama dalam debu, kurunglah mereka di tempat yang tersembunyi. 

9. Maka Aku pun akan memuji engkau, karena tangan kananmu memberi engkau kemenangan."



Ada peribahasa yang berbunyi "Pukul tembok kena tiang". Apakah maksudnya? Sasaran tindakan itu sebenarnya bukan tembok tetapi tiang. Demikianlah maksud dari firman Tuhan bagi Ayub pada bacaan kita hari ini.


Sesungguhnya Tuhan tahu, Ayub tidak mungkin membasmi orang fasik di sekitarnya. Tindakan itu adalah main hakim sendiri dan hanya akan memperbanyak musuhnya. Maksud Allah dengan firman itu adalah agar Ayub bersikap bijak, tidak menggerutu mengenai nasibnya yang menderita karena pasti ada rencana Tuhan dengan penderitaannya itu. Menggerutu akan menyebabkan orang fasik mencela dan merendahkan Yang Maha kuasa di dunia ini. Tindakan mereka akan menghancurkan orang-orang yang lemah iman menjadi murtad dan menjauhi Tuhan.


Sikap tidak menggerutu justru membuat orang fasik kehilangan kesempatan mencela dan merendahkan Tuhan di hadapan orang yang lemah imannya. Sikap itu sama dengan menghancurkan dan memendam orang fasik dalam debu.


Jika hal itu bisa kita lakukan, maka Tuhan akan mengangkat kita dengan menyatakan "kemenangan" atas kita. Jika kita bisa memahami maksud Tuhan itu, maka marilah mulai sekarang kita bersikap bijak. Menahan diri untuk tidak menggerutui perjalanan hidup yang kita tempuh hari ini dan apa yang Tuhan lakukan atas kita.


Tutup mulut atau bungkam atau menahan diri dari pernyataan yang justru tidak membangun, agar tidak merangsang bangkitnya orang fasik yang merugikan iman banyak orang lemah.


Jika kita bisa berkata "Diam itu emas", maka "bungkam" atau menahan diri dari berkata yang tak perlu, itu berlian yang sangat mahal" bagi masa depan kita dalam rancangan Tuhan. Tuhan memberkati.


Doa Pribadi :

Ya Allah. Kami rindu melakukan yang terbaik dalam hidup kami. Roh kudus kiranya menolong kami mengerti segala rencana Tuhan bagi hidup dan masa depan kami. Amin..


Johanis Melsasail, S. Si. Teol

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.