SEMANGAT BERTOLERANSI MEMBUAHKAN PERSATUAN
1 Korintus 12: 12-31
Kota Korintus adalah kota yang menjadi pusat perdagangan, pusat budaya yang penduduknya beragam. Keanekaragaman ini tidak membawa jemaat di Korintus untuk saling membangun dan melengkapi tapi justru saling ,menonjolkan diri sehingga akhirnya jemaat terpecah belah dan terkotak-kotak. Melihat situasi tersebut, Paulus menuliskan surat ini kepada jemaat di Korintus.
Yang ingin disampaikan Rasul Paulus adalah:
- Berbeda-beda tapi satu di dalam tubuh Kristus, Kita adalah tangan, mata, kaki, telinga dan lainnya yang memiliki satu kepala yaitu Kristus. “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.”(12). Mereka banyak dan beragam tetapi sesungguhnya mereka adalah satu tubuh karena telah dibaptis dalam satu Roh. Manusia memang berbeda satu dengan yang lainnya. Kesatuan itu dinyatakan dengan tidak adanya lagi orang Yahudi, orang Yunani, budak, orang merdeka, kaya, miskin dan sebagainya. Jemaat dipersatukan karena mempunyai satu kepala yaitu Kristus.
- Saling membutuhkan satu dengan yang lain. “Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan, “aku tidak membutuhkan engkau”. Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “aku tidak membutuhkan engkau”. Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan”.(21-22). Di dalam tubuh Kristus, semua anggota tidak ada yang lebih penting dari yang lain dan sebaliknya. Semua punya peran masing-masih. Semua saling membutuhkan.
Mari sebagai warga gereja sekaligus sebagai anggota tubuh Kristus kita saling menerima, saling mengisi, saling menghormati, saling mengasihi, saling menghargai, saling menopang satu dengan yang lain. Sikap yang demikian ini menjadi modal bagi kita untuk menerima sesama dengan latar belakang apapun. Bertoleransi dengan siapapun, Tuhan Yesus Kepala Gereja Memberkati.
(Pdt. Em. Anthon Karundeng)