PERTOLONGAN TUHAN ITU NYATA
Mikha 4:1-5
Mesin mobil itu tiba tiba mogok, perempuan itu panik sebab ia hanya sendirian di lapangan parkir. Hari sudah malam membuat ia semakin khawatir. Baterai telepon genggamnya habis pula, membuat ia tidak bisa menghubungi yang lain. “Tuhan bagaimana ini?” doanya dalam hati. Tak disangka, ada petugas keamaan menghampiri dan membantu untuk menghubungi tim service yang akan memperbaiki. meski tim itu belum datang, perempuan ini merasa lega dan bersyukur sebab pertolongan itu telah ada. Kisah kecil ini mungkin pernah kita alami dalam kehidupan kita dalam bentuk yang berbeda. Pertolongan di saat yang tepat menjadi kelegaan buat kita.
Nabi Mikha menyerukan sebuah pengharapan bagi bangsa Yehuda ditengah ancaman perang dan penindasan yang terjadi. Sebuah seruan tentang kedamaian yang akan terjadi, Mikha menyerukan “Akan terjadi pada hari-hari terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung gunung” (ayat 1). Pada saat itu, posisi bangsa Yehuda memang terancam, tetapi perkataan Nabi Mikha memberi kelegaan bagi mereka, ada pengharapan bahwa ada TUHAN yang akan memberi pertolongan dan keselamatan. Belum ada saat itu, tetapi pasti akan terjadi. Darimana mereka tahu? Iman kuncinya.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr 11:1). Belum kelihatan, tetapi kita yakin itu ada. Harapan itu nyata. Keselamatan Tuhan pasti nyata dalam kehidupan kita. Iman menjadi udara yang kita hirup untuk bertahan satu hari demi satu hari menjalani kehidupan ini dengan anugerahNya. Menyadari bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan ini tidak lepas dari pertolongan Tuhan. Karena itu beriman, berharap dan “....berjalanlah demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya” (ayat 5)
Pokok Doa:
1. Bulan Keluarga 2023
2. Mereka yang berjuang menghadapi sakit, duka, dan pergumulan
3. Pemulihan Relasi Keluarga
Pdt. Daniel K. Gunawan