PERTOBATAN YANG MENGUBAH

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Senin, 16 Maret 2026

Bacaan: Kisah Para Rasul 9: 15-20


Pertobatan yang Mengubah


Setiap kita pasti setuju bahwa pertobatan seharusnya mengubah kehidupan, dari yang lama menjadi baru. Tetapi pada kenyataannya bukanlah hal yang mudah untuk berubah sekalipun hati dengan yakin ingin melakukan pertobatan. Apakah ada yang mampu berubah melalui pertobatannya? Apakah tidak cukup hanya hati yang ingin bertobat?


Saulus yang dulu adalah seorang penganiaya murid Kristus mengalami perjumpaan dengan pribadi Kristus itu sendiri. Di tengah perjalanannya untuk menganiaya para pengikut Yesus, justru disitulah Yesus menjumpainya. Ia terjatuh dan rebah ke tanah setelah ada sebuah cahaya yang memancar dari langit. Itulah penampakan Tuhan yang menjumpai Saulus secara pribadi. Perjumpaan itu singkat, tetapi sangat berdampak bagi Saulus.


Menariknya Saulus sebenarnya sadar bahwa cahaya dan suara dari langit itu pasti bukan berasal dari mimpi atau suara orang-orang disekitarnya. Ia sebenarnya sadar bahwa itu adalah kuasa Tuhan. Tetapi Saulus tidak ingin segera percaya bahwa itu adalah Yesus. Maka dari itu ia memastikan dengan bertanya "siapakah engkau Tuhan ? (ay. 5)" Ini menunjukkan bahwa Saulus tahu bahwa itu adalah tindakan Tuhan, tetapi ia ingin memastikan siapakah Tuhan itu? Maka Yesus menjawabnya "Akulah Yesus yang kau aniaya itu."


Saulus tentu ditakuti oleh para pengikut Kristus. Sehingga tidak banyak yang percaya bahwa dia telah bertobat. Yesus mengutus Ananias untuk mendampingi Saulus selama dia buta sejak perjumpaan pribadinya dengan Yesus. Sekalipun masih ragu, Ananias diteguhkan oleh Yesus dengan berkata bahwa Saulus adalah orang yang dipilih Tuhan untuk memberitakan nama Tuhan kepada segala bangsa (ay. 15)


Lebih lagi, Yesus juga berkata "Aku akan menunjukkan betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku (ay. 16)." Menariknya di dalam pengetahuan Saulus tentang penderitaan yang akan ia alami, Saulus tetap menjadi saksi. Perjumpaan pribadi itu sungguh mengubah Saulus. Sekarang kita mengenalnya dengan Rasul Paulus sang penulis sebagian besar kitab Perjanjian Baru. Dia juga menjadi Rasul yang begitu vokal dalam bersaksi tentang Yesus Kristus. Bahkan pada hari-hari awal setelah ia bertobat, ia turut memberitakan tentang Yesus di rumah-rumah ibadah (ay.20).


Perubahan besar dalam kehidupan Rasul Paulus setelah perjumpaan pribadinya dengan Yesus menunjukkan bahwa pertobatan seharusnya mengubah kehidupan. Pertobatan bukan hanya mengakui tindakan dosa-dosa kita. Tetapi dengan sepenuh hati berserah pada kuasa Tuhan agar tidak melakukan dosa-dosa tersebut. Lebih lagi pertobatan menuntun kita bukan hanya berdiam diri tetapi juga bersaksi tentang salib Kristus. Tanpa berita tentang salib Kristus, tidak mungkin ada pertobatan. Maka dari itu salib Kristus harus diberitakan sampai ke ujung bumi, dan mari kita memulai dari diri kita yang sudah sungguh-sungguh melakukan pertobatan.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan

2. Penghayatan masa puasa dan pertobatan

3. Rangkaian kebaktian Jumat Agung, dan Paskah

4. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.