PERSEMBAHAN YANG HARUM 

  •  Maria Sampyuh
  •  

 

KEJADIAN 8: 13-22

"Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi Tuhan, dari segala binatang yang tidak haram dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. Ketika Tuhan mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah Tuhan dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan,siang dan malam." (Kejadian 8:20-22)

Nuh beserta keluarganya harus menunggu waktu yang tidak singkat untuk mereka bisa keluar dari bahtera, membutuhkan ketaatan, kesabaran dan kesetiaan untuk mereka menjalani hidup dalam tantangan yang besar. Air bah yang terjadi yang memusnahkan semua yang ada di luar bahtera. 
Dan ternyata masa penantian yang tidak singkat itu membuahkan hasil yang menggembirakan bagi Nuh dan seluruh anggota keluarga. Air bah itu surut, dan Nuh bersama keluarganya bisa keluar dari bahtera, mereka selamat dari maut, mereka terhindar dari kebinasaan karena hukuman Allah. 
Allah menyelamatkan Nuh dan seluruh anggota keluarganya dari hukuman, dari kematian dan kebinasaan. 
Dan ketika Nuh sudah bisa keluar dari bahtera dalam keadaan selamat, maka yang dilakukannya adalah membuat mezbah dan memberikan persembahan yang harum kepada Allah sebagai rasa syukur atas keselamatan dan kehidupan yang Allah anugerahkan. 
Korban persembahan yang dihaturkan Nuh kepada Allah adalah korban persembahan yang memperkenan hati Allah. 

Dalam kehidupan yang kita jalani ada masa kesukaran dan kesukaan, ada saat kuat dan lemah, ada waktu sakit dan sehat. Namun sesungguhnya Allah senantiasa menyertai disetiap musim hidup kita. Allah tidak pernah meninggalkan dan membiarkan kita. Allah juga yang menyelamatkan kita, memberikan kehidupan kepada kita, melepaskan kita dari kebinasaan. Allah memberikan kekuatan dan kemenangan dari setiap pergumulan tantangan hidup, dan tepat pada waktunya Allah menyatakan kebaikanNya. 
Selayaknyalah kita bersyukur kepada Allah dengan sepenuh hati, segenap jiwa. Persembahan terbaik yang berbau harum dihadapan Allah kita. 
Kiranya kehidupan kita hari ini dengan setiap pikiran, perkataan dan perbuatan kita , menjadi persembahan yang memperkenan hati Allah

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.