PERCAYA YESUS, PUNYA HIDUP
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Sabtu, 27 Desember 2025
PERCAYA YESUS, PUNYA HIDUP
1 Yohanes 5: 1-5
Setiap orang pasti ingin hidup yang baik, tenang, dan penuh harapan. Banyak orang mencarinya lewat harta, pekerjaan, atau pengakuan orang lain. Tapi sering kali semua itu tidak benar-benar memberi ketenangan yang bertahan lama. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa hidup yang sejati hanya ada di dalam Yesus. Bukan hidup sekadar bernapas, tetapi hidup yang penuh makna dan pengharapan.
1. Percaya kepada Yesus Membuat Kita Menjadi Anak Allah
Firman Tuhan berkata bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus adalah lahir dari Allah. Artinya, kita bukan orang asing bagi Tuhan. Kita adalah anak-anak-Nya. Sebagai anak, kita diajak untuk mengasihi Tuhan dan sesama. Ketika kita percaya kepada Yesus, kita punya arah yang jelas dan tidak berjalan sendirian menghadapi hidup. Ada Tuhan yang mengenal kita, peduli pada kita, dan berjalan bersama kita dalam setiap keadaan, baik saat senang maupun saat susah.
2. Mengikuti Tuhan Itu Tidak Memberatkan
Sering kali kita berpikir bahwa hidup sebagai orang percaya itu berat: banyak larangan, banyak aturan. Tapi firman Tuhan mengatakan bahwa perintah Tuhan itu tidak berat. Mengapa? Karena kita melakukannya dengan kasih. Seperti anak yang taat kepada orang tua karena sayang, bukan karena takut.
3. Yesus Memberi Hidup yang Penuh Harapan
Percaya kepada Yesus membuat hidup kita punya pengharapan. Saat keadaan tidak mudah, kita tidak cepat putus asa. Saat kita jatuh, kita tahu masih ada tangan Tuhan yang menopang. Hidup bersama Yesus bukan berarti tanpa masalah, tetapi kita menjalani masalah dengan hati yang dikuatkan, karena kita tahu Tuhan menyertai langkah kita.
Firman Tuhan hari ini mengajak kita kembali pada iman yang sederhana: percaya kepada Yesus dan berjalan bersama-Nya setiap hari. Di dalam kebersamaan itu, hidup kita menjadi lebih kuat, lebih tenang, dan penuh pengharapan. Mari kita terus melekat kepada Tuhan, karena bersama Dialah hidup kita benar-benar bermakna.
Pokok Doa:
1. Pelayanan Gereja yang berdampak di tengah dunia sebagai wujud kehadiran Kristus.
2. Krisisnya kesadaran akan pentingnya relasi yang setara antara seluruh ciptaan (manusia dan alam).
3. Orang yang sakit, lemah, dan tertindas; terkhususnya mereka yang terdampak bencana.
Johan Chandradinata