PERCAYA KEPADA TUHAN DENGAN SEGENAP HATI MU

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Amsal 3:5-6

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang berpikir. Kemampuan berpikirnya jauh lebih baik dan lebih tinggi daripada makhluk lainnya di bumi ini. Disatu sisi kecerdasan manusia adalah suatu nilai lebih dan menjadi keunggulan manusia, karena dengan kecerdasan manusia memiliki pengertian-pengertian yang terus berkembang. 

Di sisi lain, ternyata kecerdasan manusia yang menghasilkan pengertian inilah yang juga menjadi kelemahan manusia ! Karena dengan pengertiannya sendiri Adam dan Hawa justru jatuh dalam dosa ! Dalam pengertiannya sendiri Saul justru melanggar perintah Tuhan dan berlaku jahat di mata Tuhan ! Dengan pengertiannya Daud merancangkan pembunuhan terhadap Uria suami Batsyeba untuk menutup-nutupi dosanya ! Bahkan Salomo dengan hikmat Tuhan yang luar biasa itu jatuh dalam dosa sekalipun memiliki pengertian yang dalam dan luas.

Kenapa demikian ? Karena pengertian manusia itu tidak sempurna ! Tanpa mengakui bahwa pengetahuan yang benar adalah kehendak Allah, manusia mudah terjatuh dalam dosa ! 

Dalam bacaan kita hari ini terdapat kata ”percayalah” yang artinya sama dengan ”menaruh harapan”. Ini berarti bahwa penulis Amsal hendak mengatakan  kalau percaya kepada Tuhan itu berarti menaruh pengharapan kita kepada Tuhan dengan segenap hati. Hal ini sederhana namun terkadang sukar dilakukan. Kenapa ? Karena kesombongan manusia membuat kecenderungan manusia bersandar dan menaruh harapan kepada pikiran dan keinginannya sendiri, tidak lagi percaya pada perintah dan ketetapan Tuhan dan melakukan apa yang dipikirnya benar. 

Lalu apakah kita tidak perlu berpikir ? Tentu bukan itu maksud firman Tuhan. Tetapi bagaimana kita belajar untuk percaya dan menaruh pengharapan kepada Tuhan dengan segenap hati, berarti kita menyerahkan diri secara penuh tanpa keraguan dan kekuatiran untuk melakukan firman Tuhan dengan pengertian yang benar. Dan Yesuslah contoh sempurna dari pengertian yang benar. Apa yang Yesus pikirkan, katakan dan lakukan, itulah yang menjadi pilihan kita sebagai bentuk percaya kita kepada-Nya. 

Dalam Yesus kita melihat bagaimana Tuhan Yesus selalu mengutamakan apa yang menjadi kehendak Bapa-Nya, dan itulah cara terbaik bagi kita untuk tetap melangkah di jalan yang benar. Selamat bersandar pada kehendak Allah, dan kiranya Tuhan menolong kita semua. Amin.

Pokok Doa :
1.    Untuk anak-anak yang sedang ujian.
2.    Untuk kesehatan dan semangat kerja karyawan gereja.
3.    Untuk keharmonisan keluarga-keluarga Kristen.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.