PERATURAN ALLAH 

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  


Markus 7:8 (BIMK)  Perintah-perintah Allah kalian abaikan, dan peraturan-peraturan manusia kalian pegang kuat-kuat." 

Peraturan, dibuat untuk menjaga hidup manusia berada dalam ketertiban. Namun sayangnya, dalam teks Injil yang kita baca berkisah soal peringatan keras yang Yesus sampaikan kepada para orang Farisi yang mengkritik murid Yesus. Hal yang mereka kritik adalah: peraturan soal mencuci tangan. Bagi para orang Farisi, murid-murid Yesus telah melanggar peraturan soal mencuci tangan.  Pada waktu itu orang Yahudi mempunyai peraturan untuk mencuci tangan bahkan hingga perkakas mereka karena mereka menganggap bahwa najislah makanan atau perkakas yang ikut dipegang bersama dengan para orang non Yahudi. Bahkan mereka mempunyai peraturan untuk membersihkan diri mereka sebelum makan karena kenajisan yang mereka artikan dengan sempit. Mendengar protes orang Farisi yang lebih mementingkan soal peraturan manusia, Yesus memberi peringatan kerasa. Yesus mengatakan bahwa merekalah yang sebenarnya telah melanggar peraturan Allah. Mereka mempertahankan peraturan yang berdasarkan keinginan dan tafsiran mereka sendiri daripada melakukan apa yang paling penting yaitu mengasihi sesama manusia. Peraturan manusia mereka pegang erat sedangkan peraturan Allah untuk mengasihi semua manusia mereka abaikan. Mereka hanya melihat peraturan sebagai cara untuk menjadi lebih suci dan dengan demikian mereka melihat sesama manusia sebagai orang yang lebih rendah daripada mereka. 
Biarlah hari ini kita belajar untuk melihat sesuatu yang secara prinsip harus kita lakukan yaitu firman Allah daripada ribut dan ribet pada banyak hal soal peraturan membuat kita tidak bisa melakukan perintah penting dari Allah, yaitu mengasihi sesama manusia. 

Doa pagi: 
1. Doa untuk memasuki tahun politik 2024 
2. Doa untuk persiapan menjelang bulan anak 2023

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.