PENGHAKIMAN YANG MENGHIBUR
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 15 Oktober 2024
Bacaan: Wahyu 8:1-5
Penghakiman yang Menghibur
Berbicara tentang penghakiman, bisa kita hubungkan dengan kondisi persidangan dimana terdapat hakim dan terdakwa. Persidangan akan selalu menjadi satu hal yang menegangkan karena pada akhir sidang hakim akan memutuskan apakah terdakwa bersalah atau tidak; juga memberikan hukuman yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Penghakiman terjadi karena adanya tuduhan bersalah yang dituduhkan kepada terdakwa, dan pada akhirnya hakim lah yang akan memutuskan hasil akhirnya. Demikian pula setiap orang Kristen akan mengalami penghakiman di akhir zaman. Tuhan lah hakim yang sangat berwenang untuk menghakimi sang terdakwa, yakni manusia.
Kitab Wahyu bisa menjadi sebuah kitab yang mengerikan tetapi juga menghibur. Kitab ini ditulis oleh rasul Yohanes ketika ia diasingkan di Pulau Patmos. Perlu kita ketahui untuk apa sebenarnya kitab ini ditulis. Lebih dari itu, mengapa Tuhan memberikan penglihatan tentang akhir zaman kepada Yohanes dan kemudian dituliskan untuk setiap kita saat ini?
Jika sekilas membaca kitab Wahyu mungkin kita akan merasakan kengerian yang terjadi di akhir zaman. Tetapi jika kita membacanya dari sudut pandang orang percaya, sesungguhnya kitab ini adalah kitab yang berisi penghiburan bagi orang-orang percaya. Dalam perikop sebelumnya bahkan Yohanes menulis di tengah-tengah penghakiman yang ada, Sang Anak Domba itu akan menuntun setiap orang percaya ke mata air kehidupan, dan menghapuskan air mata mereka (7:17). Jadi sejatinya di dalam penghakiman Tuhan ada penghiburan.
Tetapi, kita tidak bisa hanya menutup sebelah mata dan melihat pada penghiburan itu saja. Kita perlu sungguh-sungguh percaya juga bahwa penghakiman itu nyata dan akan terjadi kepada orang-orang yang tidak percaya. Kesunyian yang terjadi ketika materai ketujuh dibuka menunjukkan ketakjuban yang hebat akan kuasa dan murka Tuhan atas orang-orang fasik (8:1). Selain itu sangkakala yang diberikan pada ketujuh malaikat itu juga adalah tanda peringatan bahwa penghakiman akan segera tiba (ay. 2; [perlu diketahui bahwa kitab Wahyu tidak ditulis secara kronologis, jadi bisa dikatakan kemungkinan kejadian peniupan sangkakala terjadi bersamaan dengan pembukaan materai pada pasal 6-8]).
Tidak sampai di situ Yohanes juga mendapatkan penglihatan bahwa doa orang-orang kudus telah naik sampai kepada Allah. Dan lebih daripada itu mezbah emas yang berisi kemenyan dan doa orang-orang kudus itu diisi dengan api oleh malaikat Tuhan, dan kemudian dilemparkannya ke bumi. Setelah itu meledaklah bunyi guruh dan gempa bumi. Hal ini menggambarkan bahwa doa orang-orang kudus yang telah naik kepada Tuhan dengan permohonan seperti yang tertulis dalam kisah pembukaan materai yang ke lima (tentang berapa lama lagi Allah akan menghukum orang-orang fasik [6:9-10]), akhirnya terjawab. Dalam perikop-perikop berikutnya Allah menunjukkan penghakiman dan penghukuman kepada orang-orang yang tidak percaya. Ini adalah sebuah penghiburan bagi orang percaya, yaitu bahwa penderitaan yang mereka alami akan terbalaskan oleh murka Tuhan kepada orang-orang yang tidak percaya.
Keluarga yang terkasih, ingatlah bahwa Tuhan sangat mengasihi kita. Ia akan membebaskan kita dari penghakiman dan hukuman yang mengerikan itu. Tetapi jangan lupakan fakta bahwa penghakiman itu nyata dan akan terjadi, dan setiap orang yang tidak percaya akan menerima hukuman tersebut. Mari miliki hati yang sungguh-sungguh hanya berpegang dan bersandar kepada Kristus. Karena hanya karena kasih karunia lah kita beroleh selamat, dan hanya anugerah Kristus itu sajalah yang membuat kita dapat menjalani hari demi hari. Mari terus berdoa bagi diri kita, juga bagi setiap anggota-anggota keluarga kita baik yang sudah percaya maupun yang belum percaya, agar kita semua boleh sungguh-sungguh menjadi pengikut Kristus yang taat dan setia.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Rangkaian bulan keluarga
3. Persiapan rangkaian kebaktian natal
4. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen