Penderitaan dan Pendamaian oleh-Nya

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Jumat,  28 Maret 2025

Bacaan: 2 Korintus 5:15-21


Penderitaan dan Pendamaian oleh-Nya


Penderitaan bagai satu hal yang sangat lekat dengan kehidupan manusia. Nampaknya tidak ada satu orang pun yang terlepas dari penderitaan. Penderitaan juga bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh setiap kita. Lalu bagaimana kita harus menghadapi penderitaan yang adalah bagian dari kehidupan kita? Bagaimanakah orang percaya menghadapi penderitaan?


Tuhan bukanlah sosok yang diam saja ketika umat-Nya mendapat penderitaan. Tetapi ingatlah bahwa Tuhan juga bukan sosok yang tiba-tiba melenyapkan penderitaan itu. Bagi Rasul Paulus penderitaan itu justru mengerjakan kemuliaan kekal yang akan diterima nanti ketika kita sudah bersama-sama dengan Tuhan (4:17). Juga di dalam penderitaan itulah justru Tuhan bekerja untuk memperbarui batin kita terus menerus (4:16).


Dalam perikop yang kita baca Rasul Paulus juga menjelaskan bahwa kematian dan kebangkitan Kristus justru menghidupkan setiap kita yang percaya (ay. 15). Hal ini juga dilakukan untuk mendamaikan relasi Allah dengan manusia. Allah yang berinisiatif turun ke dunia untuk memperdamaikan manusia dengan-Nya. Sehingga apa yang dikatakan Rasul Paulus tentang penderitaan yang mengerjakan kemuliaan kekal menjadi nyata. Artinya adalah bahwa penderitaan kita yang sekarang ini adalah penderitaan yang berada dalam kedamaian relasi antara manusia dengan Allah. Yang juga berarti bahwa kita memiliki jaminan hidup kekal.


Sehingga sebenarnya kita tidak lagi memandang sebuah penderitaan sebagai kesulitan yang akan membinasakan kita, melainkan kondisi yang memang harus di hadapi. Bukan hanya karena semua manusia pasti mengalami, namun juga bahwa kita sudah memiliki jaminan hidup kekal. Sehingga penderitaan itu pun mengerjakan kemuliaan kekal di dalam kehidupan kita. Tentunya dengan cara menghadapi penderitaan sambil memuliakan Tuhan.


Sedikit banyak penderitaan kita, memang bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi. Tetapi marilah sebagai orang percaya, kita sungguh-sungguh merendahkan diri kita di hadapan Tuhan yang telah menganugerahkan hidup kekal itu kepada kita, dengan hidup dan menghadapi penderitaan demi penderitaan sambil terus memuliakan Dia. Kekuatan hanya berasal dari Tuhan. Mari terus mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan

2. Kondisi bangsa dan negara, serta keputusan-keputusan pemerintah

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.