PEMULIHAN BUKAN PENGHUKUMAN

  •  Daniel Kristanto Gunawan
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN

Jumat, 20 Maret 2026


PEMULIHAN BUKAN PENGHUKUMAN


Yehezkiel 33:11a

“Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan supaya orang fasik itu berbalik dari jalannya dan hidup.”


Pernah ada momen ketika kita merasa sudah “terlalu jauh”—terlalu salah, terlalu jatuh, terlalu kotor untuk kembali kepada Tuhan. Seolah-olah pintu itu sudah tertutup. Kita mungkin tetap beribadah, tetap berdoa, tetapi jauh di dalam hati ada bisikan: “Tuhan pasti kecewa… mungkin sudah tidak ada harapan lagi.”


Namun firman hari ini justru membalik cara pikir itu. Tuhan dengan tegas berkata: Ia tidak menikmati penghukuman. Ia merindukan pertobatan. Ini penting—karena sering kali kita membayangkan Tuhan lebih cepat menghukum daripada memulihkan. Padahal hati-Nya justru sebaliknya. Tuhan tidak bersukacita saat manusia jatuh; Ia bersukacita ketika manusia kembali.


Artinya, selama masih ada napas, selalu ada kesempatan untuk berbalik. Tidak ada kata “terlambat” bagi Tuhan. Yang Ia cari bukan kesempurnaan kita, tetapi kesediaan kita untuk kembali. Pertobatan bukan soal seberapa parah masa lalu kita, tetapi seberapa mau kita melangkah pulang hari ini. Tuhan lebih menginginkan pemulihanmu daripada penghukumanmu.


Hari ini, mungkin Tuhan sedang mengetuk satu area dalam hidupmu—sikap, kebiasaan, atau cara berpikir yang perlu diubah. Jangan tunda. Jangan keras hati. Karena setiap langkah kecil kembali kepada Tuhan adalah langkah menuju hidup yang sejati.


Doa:

Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak menyerah atas hidupku. Tolong aku untuk tidak lari dari-Mu, tetapi berani kembali. Lembutkan hatiku untuk bertobat dan hidup seturut kehendak-Mu. Amin.


Pdt Daniel KG

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.