PEDULI KASIH
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Jumat, 4 April 2025
PEDULI KASIH
Filipi 2:25-3:1
”Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita lagi dan berkurang dukacitaku.” (2:28)
Saat kita mendengar orang yang kita kasihi, yang sedang bepergian jauh, tiba-tiba sakit parah, tentu yang muncul dalam pikiran kita adalah bagaimana keadaannya? Apakah baik-baik saja? Rasa khawatir dan gelisah campur aduk dalam pikiran dan hati kita. Apalagi orang tersebut sedang melaksanakan tugas penting, tentu kabar tersebut membawa perasaan duka yang mendalam.
Jemaat Filipi merupakan jemaat yang dirintis pertama kali di Eropa oleh Rasul Paulus. Waktu Paulus mengabarkan Injil di wilayah Makedonia, hanya jemaat Filipi yang mendukung pelayanannya. Mereka menerima pemberitaan Injil yang dilakukan Paulus dan menyediakan kebutuhan selama pelayanannya.
Oleh karena itu, ketika mengetahui bahwa Paulus dipenjara di Roma, mereka segera mengumpulkan bantuan dan mengirimkannya untuk meringankan beban Paulus. Itulah bentuk peduli kasih jemaat Filipi untuk Paulus. Mereka mengutus Epafroditus yang menjadi rekan sekerja Paulus di Filipi, bahkan sudah dianggap saudara sendiri oleh Paulus, untuk membawa bantuan tersebut ke Roma, di mana Paulus dipenjara.
Namun, dalam perjalanan ke Roma, Epafroditus jatuh sakit. Kondisinya semakin parah sehingga nyaris mati. Butuh perjuangan hingga akhirnya dia bisa bertemu dengan Paulus yang sedang berada di penjara. Berkat kuasa Tuhan, Epafroditus sembuh dan bisa melayani Paulus selama di penjara.
Paulus tahu kesedihan jemaat di Filipi saat mendengar Epafroditus sakit membawa duka juga bagi Paulus. Karena itulah, Paulus mengutus Epafroditus untuk kembali ke Filipi. Paulus menunjukkan kepeduliaannya terhadap jemaat Filipi yang saat itu sedang mengkhawatirkan kondisi Epafroditus. Dengan kehadiran Epafroditus di Filipi, diharapkan Jemaat bisa bersukacita dan menghormati Epafroditus. Itulah bentuk peduli kasih Paulus kepada jemaat di Filipi.
Dalam kehidupan berjemaat di GKI Coyudan, peduli kasih juga perlu ditunjukkan melalui tindakan nyata untuk saling mendoakan, saling menopang, saling membantu, saling memperhatikan. Sebagai Gereja Tuhan, GKI Coyudan juga perlu menunjukkan kepeduliannya terhadap gereja-gereja lain, seperti menyalurkan bantuan kepada gereja-gereja kecil atau yang ada di pedesaan yang memang membutuhkan pertolongan, sehingga Injil Yesus Kristus semakin tersebar.
Kiranya kita terus dipakai Tuhan untuk menunjukkan kepedulian terhadap hamba-hamba Tuhan maupun sesama saudara kita yang ada di kota Solo dan di gereja-gereja kecil yang membutuhkan bantuan. Kiranya Tuhan menyertai dan memberkati kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Kondisi ekonomi di Indonesia segera membaik.
2. Penginjilan di berbagai daerah di Indonesia.
3. Pelayanan di GKI Coyudan.
Sujud Swastoko