PANCARKAN TERANG KRISTUS

  •  Teddy Wirawan
  •  

Renungan Warta, 22 Desember 2024


Pancarkan Terang Kristus

Lukas 1 : 39-45


Momen kelahiran selalu menjadi momen sukacita bagi keluarga. Penantian panjang yang penuh perjuangan, kesakitan saat melahirkan, semuanya itu seolah dihapuskan dengan tangisan seorang bayi. Sukacita yang didapatkan mengatasi segala perjuangan. Terlebih lagi yang dialami Maria, dimana bayi yang Ia kandung bukanlah bayi biasa, melainkan Tuhan dan Juruselamat yang membawa pengharapan bagi dunia. Lagu Tema kita di bulan ini menceritakan tentang makna natal yang sejati, yaitu karya penyelamatan Allah dalam diri bayi Yesus yang lahir ke dunia. Kita yang telah mengerti dan menerima karya keselamatan Kristus, harus memancarkan Terang Kristus dalam diri kita.


Dalam kegelapan dunia, masihkah ada trang itu?

Mungkinkan kita terkurung dalam glap, tiada harapan yang pasti?

Kemana kan kucari?


Bait ini menceritakan tentang manusia yang tersesat di dalam kegelapan dan seolah kehilangan harapan. Dosa telah memutuskan hubungan manusia dengan Allah sehingga manusia terpisah dari Terang yang sejati. Meski manusia berusaha mencari jalan keselamatan, namun manusia tidak akan dapat menyelamatkan dirinya sendiri.


Sesungguhnya trang tlah datang, dalam diri Bayi yang mulia

Sambutlah hadirnya Raja dan Penebus. Dia Sang Juruslamat dunia

Trimalah dan Britakan!


Karena Allah tahu bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, maka Allah yang berinisiatif untuk melakukan karya keselamatan. Sesungguhnya harapan itu tidak hilang, namun telah ada dan akan terus ada. Harapan itu telah hadir dalam diri Bayi Yesus, yang adalah Raja dan Juruselamat dunia. Maka bagian kita bukan lagi mengusahakan keselamatan, namun menerima keselamatan dari Kristus dan memberitakannya.


Pancarkan Terang Kristus, sinarilah sesamamu

Dalam tiap langkah kecilmu, dalam hidupmu yang kau bawa

Untuk Tuhan dan sesama


Setelah kita menerima keselamatan, maka tugas kita adalah memancarkan Terang Kristus kepada dunia, kepada sesama kita. Melalui setiap langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari kita, kita melakukan hal besar dengan memberitakan kasih Kristus kepada sesama kita.


Kristus menyelamatkanmu, tapi mana bukti kasihmu?

Jangan kau simpan untukmu sendiri


Karena hidup kita ini bukan milik kita lagi, tetapi milik Kristus (Gal 2:20), dan hidup ini bukan tentang kita, tetapi tentang Tuhan. Kita tidak boleh egois, namun kita harus memberitakan kabar sukacita ini bagi sesama kita. Supaya semua orang mengenal siapa Yesus Kristus, sang Allah dan Juruselamat sejati. Kiranya hidup kita dipakai Tuhan untuk memancarkan kasih dan terang-Nya. Amin.

(Pnt Teddy Wirawan)


Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.