NAFAS ADALAH ANUGERAH
RENUNGAN GKI COYUDAN
JUMAT 2 AGUSTUS 2024
Pengkhotbah 12:7 (BIMK) Tubuh kita akan kembali, menjadi debu di bumi. Nafas kehidupan kita akan kembali kepada Allah. Dialah yang memberikannya sebagai anugerah
Hidup kita hingga pagi ini sesungguhnya adalah anugerah yang sangat besar dari Allah. Nafas yang masih bisa kita hidup pagi ini adalah pemberian dari Allah secara cuma-cuma. Jika kita mau merenungkannya, maka kita sungguh akan bisa mengalami rasa syukur setiap saat. Sekalipun hidup pasti mengalami naik dan turun, namun menyadari hidup itu sendiri dengan nafas yang masih leluasa kita hirup sungguh mendatangkan kelegaan. Dengan berlatih menyadari itu, hidup kita sesungguhnya dapat merasakan arto kata cukup yang sejati.
Inilah yang dimaksudkan oleh pengkhotbah. Pengkhotbah mengingatkan kita bahwa di balik semua yang sia-sia dalam hidup ini , ada suatu hal yang berharga yaitu nafas dan hidup itu sendiri. Mengapa? Karena keduanya sungguh adalah anugerah. Kita tak akan bisa mengadakan hidup itu sendiri. Kita tidak akan bisa memmbuat nafas kita dapat secara otomatis masih ada jika bukan diberikan oleh Allah. Dengan demikian, marilah kita menyadari bahwa keberadaan hidup dan nafas kita, adalah salah bukti nyata pemeliharaan Tuhan. Itu semua sudah lebih dari cukup untuk membuat kita kembali bersemangat menjalani ini.
Doa pagi:
" Ya Allah, betapa kami mengucap syukur atas nafas dan hidup yang masih Tuhan beri. Bantulah kami untuk menyadari anugerah ini. Amin"
Pdt Keshia H.S