MERAYAKAN TUHAN DENGAN BERISTIRAHAT
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 01 April 2025
MERAYAKAN TUHAN DENGAN BERISTIRAHAT
Imamat 23:26-41 “ TUHAN berfirman kepada Musa: "Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN. Pada hari itu janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan TUHAN, Allahmu. ”
Dalam masyarakat modern, bekerja tanpa henti seakan menjadi standar hidup. Banyak orang merasa bangga jika disebut workaholic—seorang yang selalu sibuk bekerja, bahkan hingga mengorbankan waktu istirahat dan kebersamaan dengan keluarga. Budaya ini semakin diperkuat dengan ekspektasi sosial yang menuntut produktivitas terus-menerus. Orang yang tidak sibuk sering dianggap malas atau kurang ambisius. Namun, apakah ini sejalan dengan kehendak Tuhan?
Dalam Imamat 23, Tuhan menetapkan berbagai hari raya bagi bangsa Israel, termasuk Hari Pendamaian (Yom Kippur) dan Hari Raya Pondok Daun. Kedua hari raya ini memiliki satu kesamaan: umat Tuhan diperintahkan untuk berhenti dari segala pekerjaan dan merayakan Tuhan dengan beristirahat. Hari Pendamaian adalah waktu untuk merenungkan dosa-dosa dan mencari pendamaian dengan Tuhan, sedangkan Hari Raya Pondok Daun adalah perayaan sukacita atas penyertaan Tuhan selama perjalanan di padang gurun.
Tuhan sendiri yang menetapkan waktu-waktu ini sebagai bagian dari ibadah kepada-Nya. Beristirahat bukan hanya sekadar kebutuhan manusia, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan dan perayaan terhadap pemeliharaan Tuhan.
Sering kali kita berpikir bahwa istirahat adalah suatu kemewahan atau bahkan kelemahan. Namun, firman Tuhan mengajarkan bahwa beristirahat adalah bagian dari ibadah.
Beristirahat bukan berarti kita malas, tetapi justru menunjukkan bahwa kita mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. Dalam Imamat 23, Tuhan menetapkan hari-hari istirahat sebagai bagian dari penyembahan kepada-Nya. Jika Tuhan sendiri memerintahkan umat-Nya untuk beristirahat dan merayakan kasih-Nya, maka kita pun dipanggil untuk melakukan hal yang sama. Mari rayakan Tuhan dengan beristirahat, karena dalam istirahat kita, Tuhan dimuliakan.
Kiranya Tuhan menolong kita semua
Pokok Doa:
1. Berdoa untuk Digital Ministry GKI Coyudan agar dapat memperlengkapi setiap anggota jemaat dari segi spiritualitas maupun pengajaran
2. Berdoa untuk kestabilan ekonomi dan politik di Indonesia
3. Berdoa untuk pergumulan anggota jemaat yang sedang sakit dan mengalami kesulitan
Reggy Leo