MERASA CUKUP DAN PUAS DENGAN APA YANG ADA

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

RENUNGAN HARIAN 

GKI COYUDAN 

KAMIS 3 APRIL 2025 


MERASA CUKUP DAN PUAS DENGAN APA YANG ADA 

Pengkhotbah 6:9(BIMK)  Semua itu sia-sia seperti usaha mengejar angin. Lebih baik kita puas dengan apa yang ada pada kita daripada selalu menginginkan lebih banyak lagi. 


Dalam keadaan hidup yang tak menentu seperti ini, kita sebenarnya sedang kembali diberi kesempatan luar biasa oleh Tuhan untuk menyadari, apakah yang paling penting dalam hidup ini? Apakah itu uang? Jabatan? Pengaruh? Popularitas? Atau iman yang teguh kepada Tuhan. Kita semua yakin, bahwa bagi orang yang sungguh hidup dalam kasihNya, pastilah akan memilih bahwa dalam hidup ini yang terpenting adalah iman yang teguh hanya kepada Tuhan, Sang Penguasa Segalanya. Pada akhirnya, dalam kehidupan ini kita sadar bahwa semua yang manusia andalkan dan banggakan akan dapat runtuh. Uang akan habis, pengaruh akan berkurang, posisi akan berubah, bahkan hidup kita pun akan semakin mendekati kesudahannya. Semua hal ini menguatkan alasan kita untuk semakin beriman teguh pada Tuhan. Satu-satunya Pribadi yang tak akan berubah. Itulah yang hendak diajarkan dalam kitab Pengkhotbah kepada kita hari ini. Sebagai seseorang yang sungguh mencari hikmat di dalam Tuhan, pada akhirnya ia menemukan kenyataan bahwa hidup beriman adalah hidup yang menikmati apa yang menjadi hasil kerja keras kita hari per hari. Beriman kepada Tuhan membuat kita semakin dapat menikmati hari demi hari dengan semua hasil kerja keras kita. Hidup beriman tidak membuat kita menyesali masa lalu. Hidup beriman membuat kita tidak terlalu khawatir pada segala ancaman masa depan. Hidup beriman membuat kita menikmati apa yang ada di depan mata, karena yakin bahwa inilah karunia Tuhan. Untuk apa terus menerus mencari segala sesuatu yang bersifat tidak kekal? Hidup beriman, membuat kita bekerja keras sambil tetap dapat menikmati waktu istirahat, makan dan minum secukupnya, sewajarnya. Hidup beriman membuat manusia hidup semakin sederhana dan bukan berambisi mengejar semua kenikmatan duniawi. Adakah kita sedang sungguh-sungguh menikmati hidup karunia Tuhan ? 


Doa pagi: 

" Ya Bapa untuk segala kesempatan, karunia, bahkan suka dan duka. Kami mau terus menikmati hidup anugerah pemberiaanMu. Amin" 


Pdt Keshia H.S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.