MENJALANI KENYATAAN HIDUP BERSAMA KRISTUS
Renungan warta 28 Desember 2025
MENJALANI KENYATAAN HIDUP BERSAMA KRISTUS
IBRANI 2: 10-18
Di masa Adven hingga merayakan Natal, kita merenungkan pengharapan akan janji Tuhan, yaitu Kristus yang lahir sebagai juru selamat manusia dan yang telah menebus dosa manusia di atas kayu salib, yang kita nantikan kedatangan-Nya dalam kemuliaan, untuk mengangkat umat-Nya untuk bersama dengan-Nya masuk ke dalam kekekalan.
Di masa penantian akan hari itu, kita sebagai orang percaya dan ditebus sudah sepantasnya menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya. Akan tetapi kenyataan hidup di dunia ini seringkali tidaklah mudah. Orang beriman pun tidak kebal dari penderitaan dan kesulitan. Tidak jarang ketika derita itu datang, apalagi jika dirasa begitu berat banyak orang mulai meragukan Kristus. Apakah Dia masih bersama umat-Nya di masa kini? Jika benar demikian, mengapa penderitaan di dunia ini masih terjadi?
Surat Ibrani 2:10-18 memberi kekuatan kepada kita bahwa oleh Kristus yang adalah Tuhan, tidak malu menyebut kita saudara. Allah begitu mengasihi kita, Dia hadir ke dalam dunia menjadi sama dengan manusia. Inilah jalan yang ditempuh oleh Kristus agar Dia dapat membebaskan manusia dari kuasa maut. Karya Kristus menjadi sempurna melalui jalan penderitaan-Nya, menggantikan manusia yang seharusnya dihukum karena dosa-dosanya. “Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai” (Ibrani 2:18).
Kita bersyukur karena besarnya kasih Allah kepada kita ciptaan-Nya yang berdosa. Melalui penebusan Kristus kita semua diampuni dan dipulihkan. Sudah sepatutnya kita bersyukur dan bersandar kepada-Nya sekalipun hidup kita di dunia ini pun tak luput dari penderitaan
Pada akhirnya kita mengerti, hidup di dunia ini tidaklah sempurna. Namun Allah terus bekerja dan berkarya di tengah kehidupan manusia. Barangkali Allah mengizinkan hal-hal yang sulit kita pahami terjadi dalam kehidupan kita. Hikmah dari setiap peristiwa itu seringkali menolong kita dapat melihat karya Tuhan terlaksana, yaitu saat kita taat dan percaya.
Mari Jalani kenyataan hidup bersama Kristus, dengan beriman dan berserah penuh kepada-Nya.
(Bp. Edhi Setiawan)