MENJADI SUKACITA

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Bacaan: Yohanes 16:16-22

Tidak ada satu orang pun di bumi ini yang tidak menginginkan sukacita. Dalam kehidupan ini siapapun kita, dan apapun kondisi kita, kita pasti menginginkan rasa sukacita daripada dukacita. Tetapi mau tidak mau dukacita itu tidak bisa kita hindari. Dan ternyata ada sukacita yang bisa kita dapatkan dengan terlebih dulu merasakan dukacita. Sukacita apakah itu?

Yesus memperingatkan murid-murid-Nya tentang kematian dan kebangkitan-Nya. Namun tidak mudah bagi para murid untuk mengerti apa yang dikatakan oleh Yesus. Sebab Yesus berkata "sesaat lagi kamu tidak akan melihat aku, tetapi sesaat lagi pula kamu akan melihat aku (16)." Murid-murid kebingungan dengan maksud kata "sesaat lagi" yang diucapkan oleh Yesus (18). Tetapi Yesus yang tahu akan hal tersebut kemudian menjelaskan ulang arti perkataan-Nya agar murid-murid dapat memahaminya (19).

Yesus pun menerangkan bahwa arti kata sesaat lagi bukan hanya berbicara tentang waktu, melainkan juga sebuah perubahan suasana hati. "Sesaat lagi" menjadi satu kata yang menunjukkan perasaan murid-murid yang berubah dari dukacita menjadi sukacita. Bahkan Yesus menggambarkannya dengan kondisi seorang perempuan yang berdukacita karena melahirkan, tetapi kemudian setelah ia melahirkan suasana hatinya berubah menjadi sukacita karena anaknya telah lahir (21). Demikianlah digambarkan bahwa ada sukacita yang didapatkan melalui dukacita terlebih dahulu.

Tetapi sekali lagi perlu kita ingat bersama bahwa apa yang dikatakan oleh Yesus ini juga adalah sebuah nubuatan tentang kematian dan kebangkitan-Nya. Yesus berkata bahwa murid-murid akan berdukacita tetapi dunia akan bergembira (20a). Hal ini menunjukkan bahwa Yesus tahu kematian-Nya akan membawa dukacita bagi murid-murid-Nya, tetapi membawa kegembiraan bagi dunia atau maksudnya bagi Iblis sang penguasa dunia. Tetapi kebangkitan Yesus membuat dukacita itu berubah menjadi sukacita bagi para murid yang secara tidak langsung berarti menjadi dukacita bagi dunia. Artinya bahwa melalui kebangkitan Yesus, dunia dikalahkan (33).

Lebih lagi, perkataan Yesus ini dibuktikan dengan kebenaran yang terjadi. Ketika Yesus telah mati, murid-murid berkumpul dan sangat ketakutan terhadap orang Yahudi. Disaat itulah Yesus muncul ditengah-tengah mereka dan berkata "damai sejahtera bagi kamu."  Lalu setelah murid-murid membuktikan bahwa Yesus telah benar-benar bangkit, merekapun bersukacita (Yoh 20:19-20). Hal ini membuktikan bahwa nubuatan Yesus tentang kebangkitan-Nya yang mengubah dukacita menjadi sukacita benar-benar terjadi.

Yesus tidak menghilangkan rasa dukacita para murid. Ia tetap mengijinkan dukacita itu terjadi kepada murid-murid-Nya. Dari dukacita itulah muncul sukacita. Sebab Yesus perlu mati untuk turun ke dunia orang mati dan mengalahkannya lalu kemudian bangkit dan menang.

Setiap kita juga tidak terhindarkan dari dukacita atau penderitaan hidup. Dan dukacita yang dirasakan oleh orang percaya itu menjadi kegembiraan bagi dunia. Tetapi hanya sesaat saja, Yesus akan mengubah dukacita kita menjadi sukacita, karena kebangkitan-Nya. Ia telah bangkit dan mengalahkan dunia. Maka dari itu, marilah kita bersama-sama menghayati kebangkitan Yesus sebagai tanda kemenangan-Nya atas dunia, juga percaya bahwa dengan kebangkitan-Nya, Ia akan mengubah dukacita kita menjadi sukacita. Ia mengijinkan dukacita dan penderitaan dalam hidup kita, dan mengubahnya menjadi sukacita.

Pokok Doa
1. Persiapan Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus
2. Pergumulan Studi dan Pekerjaan Remaja-Pemuda GKI Coyudan
3. Jemaat yang sedang bergumul, sakit, maupun lanjut usia

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.